Peristiwa

Kabur dari Rumah, Kangen Keluarga dan Tak Tahan Dingin, Pulang


PROBOLINGGO – Seorang siswi SMPN 3 Kota Probolinggo Aulia Maharani bikin susah orang tuanya karena nekat kabur pada Selasa (25/2) lalu. Sang ibu, Jenny Sulistiani (48), sampai harus mengadu ke Satpol PP agar dibantu mencari keberadaan Aulia. Dan akhirnya, Aulia telah kembali berkumpul dengan keluarganya.

Aulia Maharani menjadi perhatian karena ulah nekatnya, kabur dari rumah pada Selasa (25/2) sekitar pukul 03.00. Namun, acara kabur Aulia tidak lama. Siswi kelas IX SMPN 3 Kota Probolinggo tersebut sudah kembali pulang ke kediaman orang tuanya di Jalan S. Parman, Gang Pelita, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Selasa malam.

Kejadian kaburnya Aulia menjadi perhatian Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Polres Probolinggo Kota. Pada Kamis (27/2) pagi, Aulia bersama ibunya, Jenny Sulistiani (48) dijemput Unit PPA. Pihak SMPN 3, Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan juga didatangkan. Mereka dikumpulkan untuk dimintai keterangan seputar permasalahan yang dialami Aulia.

Kanit PPA Ipda Kumoro Seto menyatakan, pihaknya akan memantau dan memonitoring perkembangan pendidikan ataupun pergaulan yang bersangkutan, baik di sekolah maupun di rumah. “Kami dari unit PPA akan memonitoring kegiatannya,” ujarnya kepada wartawan, usai pertemuan.

Sebenarnya, mengapa Aulia sampai meninggalkan rumah? Apakah karena di-bully oleh teman-teman di sekolahnya? Ipda Kumoro menjawab, anak pertama dari tiga bersaudara tersebut merasa tidak nyaman. “Bukan dibully, tetapi bergurau dengan teman-temannya. Masih dalam batas kewajaran. Hanya perasaan dia saja (tidak nyaman, red),” jawabnya.

Ipda Kumoro berharap, pihak sekolah memberi perhatian khusus kepada Aulia. Begitu juga dengan teman-teman kelas dan sekolahnya, agar menerima kembali kehadirannya.  “Aulia besok bersekolah lagi. Dia sudah tampak tenang. Kami berharap, pihak sekolah dan teman-temannya mau menerima dia,” harapnya.

Aulia sendiri mengaku pulang ke rumahnya atas keinginan sendiri. Kabur dari rumah ternyata dirasakan tidak enak. Selain kangen dengan ibu dan dua adiknya, ia tidak tahan dengan dinginnya udara malam.

Waktu ditanya mengapa meninggalkan rumah, Aulia hanya tersenyum. Tidak ada jawaban dari mulutnya. Aulia yang siang itu datang bersama adiknya, kemudian masuk ke ruangan PPA.

Saat kabur, Aulia meninggalkan rumah lewat pintu belakang dan berjalan kaki menuju Jalan Segara, lewat rumah salah satu teman sekolahnya. Orang tua temannya itu akrab dengan ibu Aulia. Sebelu meninggalkan rumahnya, Aulia menyelipkan secarik surat di bawah pintu depan. Surat itu adalah pesan Aulia kepada ibunya.  “Setelah itu, saya pergi,” katanya.

Aulia kemudian menuju salah seorang temannya, anggota kelompok punk. Ia berterus terang diajak temannya itu bersama kelompoknya. Tetapi, Aulia hanya gabung sebentar. Ia selalu ingat kepada ibu dan adiknya. Selain itu, Aulia merasa tidak tahan dingin. Akhirnya Aulia memutuskan pulang. “Saya pulang sendiri ke rumah,” tambahnya.

Dalam masalah ini, Kepala SMPN 3 Sumantri membantah kepergian Aulia terjadi karena perundungan atau bullying. Menurutnya, Aulia bergaul dan bergurau seperti biasanya dan tak ada satupun yang merundungnya. “Enggak ada yang mem-bully. Mungkin itu hanya perasaannya saja. Bercanda seperti biasa dengan teman-temannya. Aulia besok masuk sekolah lagi,” kata Sumantri.

Sedangkan Jenny Sulistiani, kemarin justri enggan menjawab pertanyaan wartawan. Perempuan beranak tiga ini malah terus berusaha menutupi wajahnya dan berpaling saat kamera tertuju padanya.

Jenny hanya mengatakan bahwa kalau putri sulungnya itu pulang sendiri setelah kabur pada Selasa pagi lalu. “Pulang sendiri,” katanya singkat seraya buru-buru menuju kendaraan yang hendak mengantarnya pulang. (gus/iwy)


Bagikan Artikel