Peristiwa

300 KK di Gili Ketapang tanpa Listrik


SUMBERASIH – Sekitar 300 kepala keluarga (KK) di desa Gili Ketapang kecamatan Sumberasih belum bisa menikmati aliran listrik. Padahal 300 KK tersebut telah membayar biaya jasa instalasi listrik kepada pihak PLN sejak 2 tahun lalu.

Be’i, salah seorang warga dusun Mardian, Desa Gili Ketapang mengungkapkan bahwa sedikitnya ada 300 KK di desa Gili Ketapang yang belum bisa menikmati listrik. Mereka tersebar di 3 dusun yang berbeda yakni dusun Marwah,Mardian, dan Baiturrahman.

“Warga di sini sudah bayar sejak dua tahun yang lalu. Tapi hingga saat ini listriknya belum mengalir ke rumah warga. Kami hanya menuntut apa yang jadi hak kami, karena sebelumnya kami sudah membayar pada PLN,” katanya, Selasa (25/2).

           Menurutnya, uang yang dibayarkan oleh setiap KK untuk dapat menikmati listrik adalah senilai Rp 1.804.000. Uang itu dikoordinir oleh salah seorang ketua RT di Desa Gili Ketapang bernama Sakur. Selanjutnya ketika ditagih warga, Sakur beralasan bahwa pihak PLN masih belum bisa mengalirkan listrik lantaran travo listrik belum terpasang.

“Tapi setelah travo terpasang, Pak Sakur ini bilang kalau listrik kembali belum bisa dipasang karena stok meteran di PLN sedang kosong. Terus begitu dari tahun 2017 lalu sampai sekarang,” sebutnya.

Sakur saat dikonfirmasi mengakui pemasangan instalasi listrik di 300-an rumah warga tersebut belum bisa dilakukan. Sebab, saat ini pihak PLN tak memiliki stok meteran listrik. “Jadi nunggu stok meteran itu ada. Baru bisa dipasang,” akunya.

Alhasil,  kondisi ini membuat warga kesulitan menjalankan aktifitas sehari-harinya. Sebanyak 300 KK masih hanya menumpang listrik pada tetangga yang telah terpasang jaringan listriknya. “Sementara waktu numpang listrik ke tetangga, atau kalau tidak ya pakai lampu petromax,” ujarnya.

PLN Probolinggo pun memberi pernyataan atas kasus tersebut. Dalihnya, instalasi listrik belum dipasang karena PLN belum menerima data sertifikat laik operasi (SLO) dari pihak koordinator dan pemerintah desa Gili Ketapang.

“Bukannya kami tak ingin pasang, tetapi kami hingga hari ini justru menunggu data SLO dari pihak koordinator dan pemerintah desa setempat. Bahkan sejak beberapa minggu kemarin kami intens berkoordinasi dengan kepala desa dan camat setempat, untuk menuntaskan permasalahan ini,” ujar Beny selaku Humas PLN Probolinggo, Selasa (25/2).

Menurutnya, hingga saat ini pihak PLN Probolinggo sama sekali belum menerima pembayaran biaya pemasangan listrik dari 300 KK tersebut. Karena itu PLN rayon Probolinggo tak kunjung memasang instalasi listrik, selain belum adanya data SLO yang diminta. “Kami tegaskan hingga saat ini kami belum menerima titipan pembayaran apapun. Apalagi dari warga desa Gili Ketapang,” jelasnya.

Bahkan menurut Beny, PLN siap untuk dipertemukan dengan pihak-pihak yang terkait dengan rencana pemasangan instalasi listrik dirumah warga tersebut. “Kami malah senang jika diajak duduk bersama untuk membahas masalah ini, agar tidak berlarut-larut dan lekas ditemukan solusinya,” sebutnya.

Sementara, Kepala Desa Gili Ketapang Suparyono menyebut bahwa beberapa hari yang lalu pihaknya bersama dengan 2 instalator listrik telah datang dan menemui pihak PLN. Bahkan disebutnya dalam pertemuan itu langsung ditemui oleh Humas PLN Rayon Probolinggo Beny. “Dijanjikan pemasangannya pada bulan dua ini. Dengan catatan SLO hari Kamis ini harus masuk,” sebutnya.

Bahkan dia diyakinkannya bahwa pihak kontraktor telah menyanggupi untuk menyetorkan SLO pada hari Kamis pekan ini. Sehingga pada akhir pekan ini, aliran listrik sudah bisa dinikmati oleh ratusan warga desa Gili Ketapang. “Janjinya listrik masuk bulan dua ini. Insha Allah Sabtu atau Minggu ini sudah nyala,” terangnya.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari Dapil VII Firdaus Amin mengatakan bahwa pengaduan warga Gili Ketapang yang sampai kepadanya itu kini tengah dikomunikasikan. Terutama dengan PLN Probolinggo.

“Masalah rumah warga yang tidak teraliri listrik ini, tentunya sangat mengganggu aktifitas warga. Oleh karena itu, harus ditindak-lanjuti sedemikian rupa agar warga bisa menikmati aliran listrik yang harusnya jadi haknya itu,” sebutnya.

Bahkan Firdaus menegaskan bahwa pihaknya akan segera memanggil sejumlah pihak terkait untuk rapat dengar pendapat. Para pihak yang akan dihadirkan mulai dari kepala desa Gili Ketapang, koordinator, dan Kepala PLN Probolinggo.

“Karena permasalahan ini muncul di dapil saya, sudah jadi tanggung jawab saya untuk turut mencarikan solusinya. Demi kesejahteraan warga desa Gili Ketapang,” tegasnya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel