Peristiwa

Dalam 2 Hari, 8 Kecamatan di Probolinggo Terdampak Banjir


KRAKSAAN – Hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang yang melanda Kabupaten Probolinggo pada akhir pekan kemarin menyisakan musibah banjir dengan sebaran luas. Dalam 2 hari (21-22/2) itu tercatat ada 8 kecamatan yang terdampak bencana alam tersebut.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Probolinggo, pada Jumat (21/2) ada 4 kecamatan yang terdampak banjir, yaitu Sumberasih, Tongas, Pakuniran, dan Paiton. Sedangkan banjir Sabtu (22/2) mendera 4 kecamatan, yaitu Kecamatan Gending, Leces, Tegalsiwalan dan Banyuanyar.

Dari 8 kecamatan itu adar 12 desa yang terendam. Sejumlah 1.761 rumah terendam, 3 rumah rusak berat, 1 jembatan putus, 1 jalan tertutup longsor, 2 tanggul jebol, 1 plengsengan ambrol.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi menyampaikan, bencana yang melanda daerah tersebut disebabkan intensitas hujan tinggi disertai angin kencang. Saat debit air sungai mulai meningkat, dampaknya bermacam-macam. Salah satunya, bencana banjir yang melanda Kecamatan Gending.

Namun, banjir di kecamatan Gending penyebabnya bermacam-macam. Di Desa Pajurangan disebabkan ada bagian lubang dam sungai Banyubiru. Sehingga arus air tersumbat dan meluber ke rumah warga. “Beda lagi kasus banjir di Desa Gending. Itu disebabkan plengsengan yang jebol. Jadi air begitu saja masuk membajiri rumah warga,” ungkap Anggit, (24/2).

Padahal, katanya, di wilayah Gending itu baru kali pertama banjir, setelah beberapa tahun yang lalu. Artinya, wilayah itu sempat mengalami hal serupa tapi sudah beberapa tahun lalu. Itu pun tak sebesar banjir akhir pekan kemarin. “Dulu pernah. Terus lama nggak banjir lagi. Nah kemarin kembali lagi,” tuturnya.

Sejak kejadian itu, Anggit menambahkan, pihaknya segera mungkin menerjunkan tim dan bantuan. Bahkan, ada beberapa keluarga yang sudah mendapatkan bantuan. “Kami sudah bagikan bantuan dan menyelesaikan tanggul yang rusak lainnya,” ungkap pria berkacamata itu.

Ia menyampaikan, soal bencana itu pihaknya sudah mewanti-wanti pada masyarakat untuk selalu waspada. Bahkan, pihaknya pun sudah menyebarkan informasi terkait intensitas hujan pada masyarakat, melalui media sosial, media cetak dan group-group whatsapp.

“Kami berharap, warga lebih waspada atas cuaca ekatrem yang tiba-tiba terjadi wilayah masing-masing. Jika akan berdampak buruk, segera mungkin untuk mengamankan diri,” imbau Anggit. (yek/iwy)


Bagikan Artikel