Istiqomah Mencerdaskan

Tercepat dan Terpercaya

Peristiwa

Boiler Overheat, Pabrik Kayu di Wonomerto Terbakar

WONOMERTO – Gara-gara salah satu mesin boiler mengalami overheat atau kelebihan panas, kebakaran terjadi di dalam area pabrik PT. Fajar Unggul Karunia di Desa Sepuh Gembol, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Senin (17/2) siang. Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun kebakaran tersebut menyebabkan pabrik mengalami kerusakan lumayan parah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Koran Pantura, kebakaranyang terjadi sekitar pukul 11.00 siang itu bermula dari salah satu tungku pembakaran atau boiler yang mengalami overheat. Selanjutnya, boilet tersebut bocor dan mengeluarkan api dan kepulan asap. Tepat di samping boiler tersebut terdapat tumpukan serbuk kayu bekas gergajian. Sehingga kobaran api dari boiler langsung menjalar ketumpukan serbuk kayu tersebut.

Kebakaran tersebut berhasil memicu kepanikan para karyawan pabrik pengolahan kayu tersebut. Sekitar 30 menit kemudian, unit Damkar Satpol PP Kabupaten Probolinggo yang telah dihubungi sebelumnya, datang ke lokasi kebakaran. Proses pemadaman membutuhkan waktu sekitar 90 menit hingga api benar-benar padam. Kebakaran tak sampai merembet ke tumpukan kayu hasil produksi yang berada di dekatnya.

Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran pada Dinas Satpol PP Kabupaten Probolinggo Su’ud mengungkapkan, kebakaran terjadi karena mesin boiler yang mengalami overheat.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini. Satu unit mobil damkar kami turunkan untuk memadamkan kobaran api. Untuk kerugian materinya, kami tidak bisa menyebutkan karena permintaan dari pihak perusahaan tersebut,” ungkapnya.

Tak banyak informasi yang dapat digali baik dari karyawa maupun pihak manajemen PT. Fajar Unggul Karunia. Namun berdasarkan keterangan dari warga sekitar pabrik, pada saat kebakaran terdapat kepulan asap hitam yang keluar dari dalam area pabrik pengolahan kayu tersebut.

“Tadi ada satu mobil damkar besar masuk area pabrik. Katanya ada kebakaran di dalam, tapi warga tidak boleh masuk kedalam untuk melihat,” kata Risma, salah seorang warga sekitar pabrik. (tm/eem)

Tinggalkan Balasan