Peristiwa

Air PDAM Macet, Warga Kota Probolinggo Kelimpungan


PROBOLINGGO – Sebagian besar pelanggan PDAM Kota Probolinggo tengah gelisah. Aktivitas sehari-harinya terganggu oleh macetnya suplai air PDAM. Terhitung sudah 3 hari warga pelanggan PDAM kesulitan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Warga yang kadung menggunakan PDAM sebagai sumber air utama, kelimpungan setiap hari. Mereka terpaksa menumpang mandi dan meminta air kepada tetangga yang menggunakan pompa air. 

Rupanya Ketua DPRD Kota Probolinggo Abdul Mujib juga merasakan krisis air saat ini. Bukan di tempat tinggalnya, tetapi di gedung dewan yang juga menggunakan air PDAM. Mujib mengatakan sudah tiga hari air PDAM di kantor dewan tidak keluar sama sekali. 

Menurutnya, situasi ini membuat dirinya dan para anggota dewan, berikut sekretariat dewan merasakan krisis air. Jangankan untuk keperluan mandi, untuk air basuh sehabis buang air kecil saja tidak ada air. “Ya, benar itu. Kita tidak kencing di sana (gedung dewan),” kata Mujib di sela mengikuti upacara HPN di halaman Museum Probolinggo, Senin siang (10/2). 

Mujib berharap, PDAM segera menyelesaikan pekerjaan perbaikan agar air lancar kembali, sehingga tidak meribetkan atau menyusahkan wakil rakyat dan masyarakat.  Termasuk para pengusaha yang pabriknya berlangganan PDAM. “Kami dan yang lain ya tidak ingin terus terusan seperti ini,” harapnya.

Sedangkan Direktur PDAM Wasis mengaku sampai kemarin masih melakukan perbaikan pipa yang bocor. Kebocoran terjadi pada pipa 18 dim. Sedangkan pipa 8 dim masih bisa mengalirkan air ke pelanggan. Karena kebocoran terjadi pada pipa 18 dim, maka lebih banyak pelanggan yang sampai kemarin air PDAM-nya belum mengucur.

Sambil menunggu pekerjaan perbaikan selesai, menurut Wasis, saat ini pihaknya telah menyuplai air bersih ke warga. Tak hanya rumah, pihaknya juga mengirim air ke mushalla, masjid satau tempat ibadah lainnya. “Mulai hari ini, kami sudah suplai air ke warga,” katanya.

Kiriman air tersebut dilaksanakan setiap hari sampai pekerjaan perbaikan tuntas. Adapun sasarannya sesuai permintaan, dan diutamakan tempat ibadah. Petugas akan menyuplai air bersih berdasarkan permintaan. Mereka yang meminta akan didahulukan. “Ke lokasi yang krisis air, sesuai permintaan yang kami terima. Ya, bergantian, agar semuanya dapat kebagian,” kata Wasis yang juga menjabat Ketua KONI Kota Probolinggo.

Saat ditanya jumlah armada, ia menyebut sekitar 10 kendaraan. Selain kendaraan milik PDAM Kota Probolinggo dan bantuan kendaraan dari PDAM Kabupaten Probolinggo, pihaknya juga meminta bantuan kendaraan dari OPD. Di antaranya, Dinas Lingkungan Hidup, dan Pemadam kebakaran. “Ya, sekitar 10 kendaraan. Satu unit kendaraan milik kami, 1 unit kendaraan PDAM kabupaten, 4 unit dari DLH dan sisanya dari Damkar,” jelasnya.

Armada dari PDAM menyuplai air bersih untuk rumah tangga dan sebagian dari DLH. Khusus kendaraan damkar, mengirim air ke tempat peribadatan atau mushala yang butuh air bersih. “Armada kami hanya 1 unit. Makanya kami minta bantuan ke OPD lain. Suplai air bersih sampai pekerjaan selesai, agar pelanggan tidak bingung air,” jelas Wasis. (gus/iwy)


Bagikan Artikel