Peristiwa

Melahirkan Usai Ikuti Ujian SKD CPNS


Cerita mengharukan terjadi saat pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS pada hari ke-4 di ruang Madakaripura, Kantor Bupati Probolinggo di Kraksaan, Selasa (4/2). Seorang peserta melahirkan tepat setelah menyelesaikan ujian. Dia adalah Cikita Dwi Kholishotunnur (24), warga Dusun Jurangan RT 10 RW 2 Desa Blado Kulon, Kecamatan Tegalsiwalan. Begini ceritanya.

Cikita Dwi Kholishotunnur merupakan salah satu dari ribuan peserta tes SKD CPNS di ruang Madakaripura, Kantor Bupati Probolinggo. Selama 8 hari kegiatan SKD itu berlangsung, Cikita – mendapat urutan jadwal ujian di hari ke empat, Selasa (4/2).

Sekitar pukul 07.00 WIB, Cikita datang dengan didampingi pujaan hatinya, Riyaldi Anggriwan Harianto (27). Padahal saat itu Cikita tengah hamil tua. Namun, ia masih tetap bersikukuh untuk mengikuti tes SKD tersebut.

Sesuai peraturan dan prosedur yang berlaku, sang suami, Riyaldi, menunggu Cikita di Taman Alun-alun Kota Kraksaan. Sejak pukul 07.00 itu pandangannya tak pernah lepas dari gerbang masuk gedung pemkab. Ia khawatir, terjadi sesuatu pada istrinya yang mengandung putra pertamanya itu.

Terlebih lagi, handphone istrinya berada dalam genggamannya. Sebab, peserta tes SKD memang tidak diperkenankan membawa alat komunikasi apapun saat ujian berlangsung. Rasa khawatir mulai menyelimuti benak Riyaldi. Namun semua ia tepis dengan ucapan doa pada semesta untuk keselamatan dan kesuksesan istri tercintanya.

Sekitar pukul 08.00 WIB, ujian pun berlangsung dan Cikita langsung masuk ruang Madakaripura. Ia kebetulan mendapat kursi di bagian tengah belakang. Sebelum mengerjakan ratusan soal di depan computer, Cikita tak henti mengelus perutnya yang buncit itu.

Sembari mengelus, hati Cikita bergumam, seakan mengajak anak dalam rahimnya berkomunikasi. “Tunggu mama selesaikan soal ini ya nak. Nanti kalau sudah selesai, terserah kamu mau apa,” celetuk Cikita dalam hatinya.

Ia pun mulai menjawab rentetan soal-soal di hadapan komputer itu. Waktu yang diberikan dalam sesi pertama itu sebanyak 1 jam 30 menit. Tak disangka, selama mengerjakan itu, anak dalam rahimnya tenang. Cikita pun tak terganggu dan bisa menyelesaikan tugasnya secepat mungkin.

Dalam waktu 90 menit, ratusan pertanyaan itu tuntas dikerjakannya dengan cepat dan lincah. Namun saat pertanyaan terakhir baru selesai dikerjakan, sang bayi dalam rahim itu mulai bergerak-gerak ingin melihat dunia. 

Cikita pun mulai gelisah dan kesakitan. Panitia yang mengetahui itu pun langsung bergegas menghampiri Cikita. Tak banyak pikir, panitia memanggil tim medis dan langsung mengantar Cikita ke RSIA Fatimah, Kraksaan.

Sementara Riyaldi yang menunggu di Taman Alun-alun segera menyusulnya. Setelah seorang satpam memberitahunya soal keadaan istrinya. “Ketika sampai di rumah sakit, istri saya sudah bukaan satu,” kaya Riyaldi, saat ditemui Koran Pantura di rumah sakit.

Di rumah sakit bersalin itu, buah hati Cikita lahir dan langsung menyapa dunia dengan tangisnya.  Si bayi yang telah diberi nama Muhammad Zidan Said Harianto. Bayi itu nampak bugar di atas dekapan ibunya. Wajah sumringah bersinar jelas pada raut wajah pasangan suami istri (pasutri) itu.

Kejadian hari ini sudah disangka Riyaldi beberapa hari sebelumnya. Sebab, tepat pada Senin (3/2) kemarin, ia sempat memeriksa kandungan istrinya. Pihak dokter menyarankan untuk melakukan lahiran pada hari Senin kemarin. Namun istrinya menolak. Sebab ia harus mengikuti tes SKD.

“Istri saya malah nego ke dokternya untuk lahirannya setelah ujian. Pas hari ini, saya sudah ketar-ketir. Ternyata benar, setelah ujian langsung lahiran,” ungkap Riyaldi yang bekerja sebagai honorer perawat di Puskesmas Tegalsiwalan itu. (yek/iwy)


Bagikan Artikel