Peristiwa

Baru Selesai Dibangun, Skatepark Dikeluhkan

PROBOLINGGO – Pemkot Probolinggo telah menyediakan skatepark di belakang GOR Ahmad Yani Jalan dr Soetomo. Namun bentuk skatepark tersebut mendapat kritik dari kalangan skateboarder. Ada beberapa detail bangunan yang dinilai tidak cocok karena dinilai membahayakan keselamatan mereka.

Hendrik, seorang skateboarder asal Kota Probolinggo mengatakan, rintangan di skatepark terlalu tinggi. Selama bentuknya masih seperti itu dan belum diubah, ia tidak berani berlatih di skatepark tersebut. Sebab berisiko bagi keselamatan skateboarder. “Terlalu tinggi. Seharusnya rintangan di tengah itu lebih rendah,” terangnya.

Bangunan skatepark ini telah selesai dibangun pada pertengahan Desember lalu oleh Pemkot Probolinggo. Namun bentuknya dikeluhkan para skateboarder. (Agus Purwoko/Koran Pantura)

Karenanya, ia meminta Pemkot melalui pelaksana pembangunan skatepark untuk mengurangi tinggi rintangan. Jika pemkot memiliki dana, Hendrik berharap lintasan skatepark tersebut dibuat lebih panjang sehingga jarak antar lekukan yang ada di pinggir skatepark lebih jauh.

“Kami tidak berani bermain di sini karena rintangannya tinggi dan lapangannya kurang luas dan panjang. Teman-teman tidak leluasa bermain, kalau lapangannya seperti ini. Bahaya,” ungkapnya.

Keinginan itu telah direspon positif oleh Pemkot Probolinggo. Kepala Bidang Cipta Karya pada Dinas PUPR Kota Probolinggo Andre Nirwana mengatakan, pihaknya akan memperbaiki bentuk skatepark tersebut pada tahun 2019. Jika perlu, ukuran skatepark dibuat lebih lebar dan panjang. Sehingga para skateboarder bisa dengan leluasa berlatih.

“Kami akan mengajak komunitas dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membidangi olahraga untuk melihat lapangan yang sama di kota lain. Mengukur luas, lebarnya, tingginya, serta modelnya. Kami dari PU tentu tidak tahu. Apalagi ukuran skatepark tidak diatur seperti olahraga yang lain,” ungkapnya, kemarin sore.

Menurutnya, model dan ukuran skatepark yang ada, diadopsi dari skatepark di Kabupaten Sidoarjo. Andre sendiri yang meninjau skatepark di Sidoarjo bersama staf Disbudpar Kota Probolinggo.

“Begitu diterapkan di Kota Probolinggo, komunitas skateboard bilang bagian tengah yang menonjol, kondisinya terlalu tinggi sehingga membahayakan keselamatan. Ini karena skatepark terlalu pendek. Kalau panjang, saya kira tidak tinggi dan tidak membahayakan,” kata Andre. (gus/eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan