Peristiwa

Depresi, Nenek Sana Ditemukan Tewas di Pantai Dringu


DRINGU – Warga dusun Pesisir desa/kecamatan Dringu digegerkan dengan penemuan sesosok mayat di pesisir pantai desa setempat pada Minggu (26/1) pagi. Sosok mayat wanita tua tersebut terindentifikasi sebagai Sana (55), warga desa Dringu, yang dilaporkan hilang sejak Sabtu (26/1) sore.

Berdasarkan pantauan Koran Pantura, penemuan jenazah Sana yang telah membujur kaku tersebut, pertama kali ditemukan oleh Rudi Susiono, warga desa Dringu sekitar pukul 06.00.

Pada saat itu Rudi yang kesehariannya berprofesi sebagai pencari kerang itu, mendapati jenazah Sana tengah tergeletak di bibir pantai pesisir dengan kondisi terlentang.

“Awalnya saya mencari kerang seperti biasa,tapi kok dari kejauhan saya melihat ada mayat. Setelah mendekat dan memastikannya saya langsung lapor ke kepala desa,” ungkap Rudi, Minggu (26/1).

Dijelaskannya, setelah warga mulai berdatangan ternyata ada salah satu warga yang mengenali jenazah sebagai nenek Sana. Tak berselang lama, Rudi dibantu warga secara bergotong royong melakukan evakuasi bersama didampingi pihak kepolisian dan TNI.

“Langsung kami evakuasi dan serahkan kepada pihak keluarga yang sudah menanti di rumah,” jelasnya.

Kepala Desa Dringu Bukhari Subhan ditemui di lokasi membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Disebutkannya, nenek Sana yang ditemukan tewas itu memang merupakan salah satu warga dusun Pesisir desa setempat.

“Iya itu warga kami, dan sudah kami evakuasi dan serahkan pada pihak keluarga,” katanya singkat.

Sementara itu, Manik (50), adik dari korban mengaku jika jenazah yang ditemukan di pesisir pantai desa Dringu itu merupakan kakak perempuannya.

Dikatakannya bahwa kakaknya itu sebelum ditemukan meninggal telah menghilang sejak Sabtu sore.

“Dari kemarin sore sudah hilang. Kami sudah mencarinya sejak semalam. Terlebih kakak saya saat keluar rumah tidak pamit. Makanya kami kaget setelah dikabari tetangga kalau kakak saya ditemukan meninggal di tepi pantai tadi,” paparnya.

Diakui Manik bahwa sebenarnya kakaknya itu tengah mengalami depresi dan sempat beberapa kali mencoba bunuh diri dengan cara mengiris urat nadi tangannya dengan pisau. Namun pihak keluarga sempat menggagalkan aksinya tersebut.

“Kakak saya sempat mencoba bunuh diri,mungkin musibah ini akibat dia sering linglung hingga akhirnya terseret ombak di laut. Kakak saya meninggalkan satu orang anak dan suami,” terangnya.

Terpisah, Kapolsek Dringu Iptu Taufik Nur Hidayat menyampaikan, kasus penemuan mayat di pesisir pantai Dringu tersebut adalah murni sebuah musibah dan hal tersebut telah diterima oleh pihak keluarga korban dengan ditanda tanganinya surat penyataan penolakan dilakukannya otopsi.

“Keluarga menolak dilakukan otopsi. Dari tubuh korban juga tidak ditemukan adanya bekas luka penganiayaan,” katanya. (tm/awi)


Bagikan Artikel