Peristiwa

Bocah 15 Tahun Melahirkan tanpa Suami


KRAKSAAN – Nasib pilu harus dialami oleh EKD, perempuan belia berusia 15 tahun asal Desa Jatiurip, Kecamatan Krejengan. Pada Senin (20/1) lalu EKD melahirkan di RSUD Waluyo Jati, Kraksaan. Padahal, EKD belum bersuami. 

GS, ayah kandung EKD, mengatakan bahwa sebelumnya keluarga tidak menaruh rasa curiga sama sekali. Sebab, tubuh EKD memang cukup berisi. Soal kehamilan EKD baru  terungkap ketika mengeluhkan rasa sakit pada perutnya.

“Tidak ada yang curiga. Senin (20/1) itu kami bawa ke Puskesmas Krejengan. Tetapi kata yang bertugas di (Puskesmas) sana, anak saya ini kemungkinan kembung atau datang bulannya tidak normal,” kata GS kepada Koran Pantura, Kamis (23/1).

GS lalu membawa putrinya ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, sesuai rujukan dari Puskesmas Krejengan. Hasil pemeriksaan di RSUD membuat GS dan keluarganya terkaget-kaget. Sebab, EKD dinyatakan bakal segera melahirkan.

“Saya kurang puas dengan jawaban yang di Puskesmas. Dan memang ada rujukan dari sana untuk di bawa ke RS, ternyata di sini hari itu (Senin, red) juga melahirkan,” jelasnya.

Perlahan-lahan GS mencari asal muasal kehamilan putrinya. Berdasar penjelasan dari anaknya itu, GS kemudian baru menyadari bahwa suatu malam pada Mei 2019 lalu, putrinya pernah diajak keluar oleh E, seorang tetangganya yang kini sudah bermukim di Desa Selogudig Wetan, Kecamatan Pajarakan.

“Pertengahan Ramadan tahun lalu setelah Maghrib, anak saya ini diajak keluar sama E untuk makan bakso. Karena sampai malam tidak pulang, saya telepon anak saya dan yang ngangkat si E. Katanya, anak saya ini sudah tidur di rumahnya karena kecapekan, dan baru pulang pada esok harinya,” paparnya.

GS meyakini, itulah satu-satunya waktu di mana anaknya keluar rumah dalam kurun waktu yang cukup lama. Sebab, selama ini EKD selalu pamit kepadanya jika ingin keluar rumah.

GS punya dugaa kuat, saat diajak keluar oleh E itulah putrinya diperkosa. Namun GS tidak mengetahui pasti kenapa anaknya bisa sampai tidak sadarkan diri ketika diperkosa orang. Entah itu karena diberi obat-obatan terlarang ataupun yang lainnya.

Bahkan menurut GS, tidak menutup kemungkinan kasus pemerkosaan terhadap anaknya itu merupakan tindakan perdagangan manusia. Pasalnya, di waktu itu anaknya diajak keluar oleh E yang notabene seorang permpuan. Dan ketika dihubungi ke ponselnya ketika tengah malam, yang mengangkat juga E.

“Hanya satu kali itu anak saya yang keluar, tidak pernah lagi. Dan ngakunya malam itu dia tidak ingat apa-apa sampai bangun dan pulang keesokan harinya,” ujar GS.

Atas kejadian itu, GS pun melapor ke Polres Probolinggo pada Kamis (23/1) sekitar pukul 09.00 dan dilanjutkan dengan visum yang dilakukan di RSUD Waluyo Jati. GS  berharap, pihak kepolisian segera dapat mengungkap kasus ini. “Semoga bisa segera terungkap, anak saya ini korban,” katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riski Santoso saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus ini. “Ya, masih kami dalami,” katanya saat dikonfirmasi via telepon kemarin. (ay/iwy)


Bagikan Artikel