Peristiwa

210 Rumah Terdampak Puting Beliung


KRAKSAAN – Hujan plus angin puting beliung yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Probolinggo pada Jumat (3/1) petang lalu mengakibatkan banyak kerusakan. Sedikitnya ada sekitar 210 rumah di 5 kecamatan yang terdampak petaka alam tersebut. Dari jumlah itu, 5 rumah di antaranya mengalami rusak berat.

Sejumlah 210 rumah terdampak itu berada di 12 desa pada 5 kecamatan, yaitu Pajarakan, Krejengan, Tongas, Kraksaan, Paiton, dan Besuk. Di Kecamatan Pajarakan, 151 rumah di Desa Pajarakan Kulon dan 2 rumah di Desa Sukomulyo rusak ringan.

Di Kecamatan Krejengan, 15 rumah rusak ringan dan 2 rumah rusak berat di Desa Sentong. Lalu 2 rumah rusak ringan di Desa Dawuhan, dan 28 rumah rusak ringan di Desa Jatiurip.

Kemudian, di Kecamatan Kraksaan, 1 rumah rusak ringan dan 1 rumah rusak berat di Desa Kregenan. Lalu 2 rumah rusak ringan di Desa Rondokuning, dan 2 rumah rusak ringan di Desa Bulu.

Di Kecamatan Besuk, 1 rumah rusak ringan di Desa Sumberan, 1 rumah rusak berat di Desa Jambangan, dan 1 rumah rusak berat di Desa Sindetlami. Sedangkan di Kecamatan Paiton di Desa Sumberanyar, 1 rumah rusak ringan.

Hingga saat ini, penanganan yang dilakukan oleh pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo masih tetap berlangsung. Terlebih rumah yang mengalami kerusakan berat.

“Tim kami dan relawan sudah menangani kondisi tersebut, mulai tadi malam, berlanjut ke pagi tadi. Hingga saat ini masih kami kerjakan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Anggit Hermanuadi saat dikonfirmasi Koran Pantura, kemarin (5/1).

Menurutnya, bencana alam seperti ini sungguh di luar perkiraan. Karena itu, pihaknya segera mungkin menyuplai berbagai bantuan untuk warga yang rumahnya terdampak puting beliung sejak malam kejadian. Bantuan itu berupa terpal, selimut, dan makanan siap saji.

“Karena mendadak, maka sementara kami suplai terpal untuk rumah-rumah yang roboh, supaya bisa dibuat naungan. Juga kami siapkan tenda. Saat ini kami akan keliling untuk melihat kondisi di lapangan,” ujar Anggit.

Untuk mengantisipasi cuaca ekstrem sekarang ini, Anggit mengimbau agar masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan. Terutama agar  terhindar dari sesuatu yang tidak diinginkan.

“Untuk musim penghujan kali ini, saya harap masyarakat lebih menghindari pepohonan yang memiliki potensi tumbang. Lalu, selalu cek atap dan pondasi rumah yang dikhawatirkan bisa roboh saat diterpa angin,” kata Anggit.

Diketahui, pada Jumat (3/1) lalu sekitar pukul 16.00, turun hujan lebat disertai angin kencang, bahkan puting beliung di lima kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Dampaknya, sejumlah rumah rusak. Beberapa pohon tumbang. Ada pohon yang tumbang ke atap rumah warga. (yek/iwy)


Bagikan Artikel