Peristiwa

Hujan-Angin Ambrukkan Atap TK


KOTAANYAR – Awal tahun 2020 di Probolinggo ditandai dengan guyuran hujan deras dan angin kencang yang patut diwaspadai. Sebab, ada kerawanan terjadi bencana di musim seperti ini. Rabu (1/1) malam lalu misalnya, atap gedung Taman Kanak-Kanak (TK) PKK Pertiwi di  Desa/Kecamatan Kotaanyar Kabupaten Probolinggo ambruk diterjang angin kencang.

Ambruknya atap gedung itu terjadi sekitar pukul 19.00. Malam di hari pertama tahun 2020 itu turun hujan deras disertai angin kencang. Ternyata empasan angin kencang berdampak buruk bagi TK PKK Pertiwi di Kotaanyar. Kayu-kayu penopang atap genting tak mampu menahan guyuran air hujan.

Akibatnya, atap bangunan tahun 1978 yang berada satu komplek dengan SDN Kotaanyar itu ambruk. Kayu-kayunya patah, hingga gentingnya hancur berserakan.

“Diduga tak kuat menahan beban. Hujan sejak pagi hari sudah mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Probolinggo, tak terkecuali di sini. Habis maghrib, sudah mulai hujan lebat yang disertai anginnya kencang,” kata Kapolsek Kotaanyar Iptu Agus Sumarsono saat meninjau lokasi, kemarin (2/1).

Kapolsek menuturkan, cuaca ekstrem pada awal tahun baru itu, pertama kali terjadi di wilayahnya. Hujan tidak pernah turun di wilayah Kecamatan Kotaanyar dalam 3 bulan terakhir.

“Baru kemarin. Kalau sebelumnya, tidak ada. Bahkan sebelum hujan kemarin, sumur-sumur banyak yang kering. Sumur di mapolsek juga kering,” ujar Iptu Agus.

Sementara itu Ketua Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi menyampaikan, dalam kejadian ambruknya atap TK PKK Pertiwi, disinyalir kayu penyangganya sudah tidak kuat. Terutama tidak kuat menahan curah hujan yang tinggi seharian.

Menurutnya, atap bangunan itu pernah direnovasi pada tahun 2016 lalu. Sedangkan lantainya baru direnovasi pada 2018 lalu. “Untuk TK di Kotaanyar, hingga saat ini masih dalam proses assessment anggota,” katanya.

Selanjutnya, Anggit mengimbau warga waspada di musim hujan ini. “Saya harap warga menghindari bangunan atau pepohonan yang berpotensi mudah roboh,” imbau Anggit. (yek/iwy)


Bagikan Artikel