Peristiwa

Muazin Dibunuh, Jasadnya Diikat di Kolam Pancing


Pihak Polsek dan Koramil saat memeriksa dan menjaga TKP penemuan mayat

GENDING – Warga Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo geger. Pasalnya di desa setempat ada penemuan mayat seorang laki-laki yang tewas dalam kondisi terikat di sebuah kolam pancing, Selasa (24/12). Identitas mayat tersebut adalah Mustofa Sarip (69), warga Dusun Tambak Desa Curahsawo. Ia tak lain adalah pemilik kolam pancing tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Koran Pantura, jasad Mustofa Sarip yang dikenal warga sebagai seorang Muazin di salah satu masjid di Desa Curahsawo ini pertama kali ditemukan oleh Yuni Syarifa (45), salah satu putrinya, sekitar pukul 07.00. Kapolsek Gending AKP Ohim mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari warga sekitar pukul 08.00 jika ada penemuan mayat di kolam pancing yang di sisi timur Bukit Bentar.

Setelah itu pihaknya berkoordinasi dengan Sat Reskrim Polres Probolinggo mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya pihaknya segera mengevakuasi jasad yang mengambang di dalam kolam serta mengadakan olah TKP untuk mencari petunjuk penyebab kematian korban.

“Berdasarkan hasil temuan kami, kuat dugaan korban tewas akibat dibunuh. Hal itu dikuatkan dengan kondisi korban yang kedua tangan dan kakinya ketika ditemukan tewas dalam kondisi terikat. Lalu pada bagian kepala sebelah atas ada luka bekas hantaman benda tumpul,” beber AKP Ohim.

Fifin menceritakan figur mendiang yang juga bertugas sebagai muadzin

Dari sekitar TKP, polisi berhasil mengamankan sejumah barang bukti. Yakni berupa sandal japit, senter, kopyah, dan balok kayu yang diduga digunakan pelaku untuk membunuh korban. “Untuk memastikan penyebab kematiannya kami masih menunggu hasil visum dari rumah sakit,” terangnya.

Sementara itu, putri korban bernama Yuni Sarifa mengatakab, sebelum ditemukan meninggal, ayahnya seperti biasa pamit ke keluarga untuk menjaga kolam pancingnya. Ia berpamitan pada Senin (23/12) malam sekitar pukul 20.00. Setelah itu ayahnya itu tak kunjung pulang hingga Selasa pagi.

“Karena khawatir saya datangi kolam pancing, di sana saya hanya melihat ada sepeda motor milik ayah. Setelah saya cari lagi, saya kaget melihat ayah sudah ada di dalam kolam,” ungkapnya.

Fifin (25), salah seorang tetangga korban menyebut Mustofa Sarip adalah sosok yang baik. Ia dikenal warga sebagai seorang muazin yang selalu mengumandangkan panggilan azan 5 waktu di masjid di dekat rumahnya.

“Pak Mustofa orangnya baik, dia alim sekali. Tapi kenapa ada yang tega bunuh dia. Sebagai tetangga saya tidak terima dan berharap pembunuhnya segera tertangkap,” harapnya. (tm/eem)


Bagikan Artikel