Peristiwa

Bayi 10 Bulan Dicakar Kera Liar


DRINGU – Warga Dusun Krajan RT 01/RW 01 Desa Tegalrejo, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo geger. Pasalnya ada seorang bayi 10 bulan warga setempat yang dicakar oleh kera liar. Bayi bernama Almaira itu pun mengalami luka serius. Ia menerima 9 jahitan di kepalanya akibat cakaran kera tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Koran Pantura, peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (17/12) sekitar pukul 10.30. Saat itu Almaira tengah berada di dapur rumahnya ditemani Azizah (35), pengasuhnya. Warga Desa Tegalrejo ini kemudian sejenak meninggalkan Almaira karena harus ke kamar mandi. “Ibu Ida (ibu dari Almaira) ngajar di sekolah. Saya yang menemani,” ujar Azizah kepada Koran Pantura.

Ketika Almaira sendirian itulah, seekor kera liaa masuk ke dalam rumah melalui pintu dapur yang terbuka. Sesaat kemudian terdengar suara tangisan keras dari Almaira yang membuat Azizah terperanjat. Saat itu ia baru selesai dari kamar mandi.

“Waktu itu saya lihat ada kera yang berada di dekat Almaira, karena takut saya langsung teriak dan memanggil Ghofur adik saya. Dia lantas yang mengusir kera itu keluar rumah pakai kayu,” ungkap Azizah.

Setelah kera liar itu berhasil diusir, Azizah bergegas mengambil Almaira. Namun alangkah terkejutnya Azizah karena kepala bayi yang diasuhnya sejak beberapa bulan itu mengeluarkan darah. “Almaira dicakar. Saya langsung bawa dia ke Puskesmas dan akhirnya dirujuk ke RSU Wonolangan,” sebutnya.

Setelah ditangani secara medis, Azizah yang masih terlihat syok. Ia mengatakan, Almaira masih harus menjalani perawatan lagi. Sebab dokter yang menanganinya mengatakan, ada potensi infeksi yang harus ditangani lebih lanjut. “Besok disuruh kembali lagi sama dokter,” katanya.

Sementara itu, Wajib Hamzah (43), salah seorang tetangga dari Azizah mengatakan, daerah di sekitar rumahnya memang kerap didatangi kera liar. Disebutnya kasus penyerangan kera terhadap Almaera merupakan kasus kesekian kalinya. Karena sebelumnya juga pernah terjadi kasus serupa. “Kera liar itu, biasanya muncul sekitar pukul 7 pagi sampai pukul 1 siang. Mereka biasanya ada 3 ekor dan terang-terangan muncul di sekitar rumah warga,” sebutnya.

Sebenarnya, pihaknya telah melaporkan kasus penyerangan tersebut kepada pihak terkait. Bahkan kepada tim reaksi cepat (TRC) Satpol PP Kabupaten Probolinggo. Namun ketika TRC tiba di TKP pada Selasa sore, kawanan kera itu sudah kabur entah kemana.

“Kami sempat memburu kera liar yang menyerang Almaira, namun kera itu cukup gesit dan berhasil kabur. Semoga dengan adanya kasus ini pihak terkait bisa menghentikan teror kera liar yang telah terjadi berbulan-bulan ini,” kata Wahid. (tm/eem)


Bagikan Artikel