Peristiwa

Terjaring Satpol PP, eh Menangis


PROBOLINGGO – Razia yang dilakukan Satpol PP Kota Probolinggo jelang natal dan tahun baru (nataru) pada Sabtu (14/12) malam lalu tidak hanya berhasil menjaring warga asal Kota Probolinggo. Satpol PP juga mengamankan warga asal Kabupaten Pasuruan dan Sidoarjo.

Ada 2 remaja perempuan yang terjaring di jalan pesawahan Blok Jengrong atau Mantengan, Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih. Saat itu dua perempuan tersebut sedang bersama laki-laki yang juga masih berusia remaja. Dua gadis putus sekolah tersebut mengali menjenguk temannya, sekaligus bermalam mingguan di Kota Probolinggo.

Masih di jalur jalan yang sama, Satpol PP mengamankan 3 remaja laki-laki dan seorang perempuan. Mereka diamankan karena diduga juga melakukan pesta miras.

Saat ditanya, si perempuan tersebut menangis sejadi-jadinya dan mengaku hanya  diajak oleh pacarnya. “Enggak Pak. Saya tidak pernah minum. Saya diajak teman laki-laki saya. Saya jangan dibawa Pak,” rengeknya perempuan itu kepada petugas.

Di jalan yang diapit sawah dan kondisinya gelap gulita itu, Satpol PP sempat menghentikan tiga remaja yang mengendarai satu sepeda motor. Hanya saja mereka berhasil kabur ke arah selatan. “Kami patroli ke jalan di tengah sawah. Kebetulan menjumpai remaja yang tengah pesta miras. Ya, kami amankan,” ujar salah satu petugas Satpol PP.

Operasi kemudian dilanjutkan ke alun-alun kota. Petugas menemukan belasan remaja yang sedang pesta miras di trotoar, utara Masjid Jamik Raudlatul Jannah. Saat hendak ke Stadion Bayuannga, petugas mengamankan 10 remaja. Ada yang masih SMP dan SMK. Ada pula yang sudah lulus. Mereka kemudian diangkut kendaraan dinas menuju markas komando (mako) Satpol PP di Jalan Raya Panglima Sudirman.

Selanjutnya, petugas juga mengamankan belasan remaja yang mabuk-mabukan arak di stadion sisi utara pintu masuk utama. Sempat terjadi kejar-kejaran antara remaja dengan petugas. Sebagian kecil berhasil kabur. Sedangkan sebagian besar dari mereka berhasil diamankan dan langsung diangkut dengan truk Satpol PP.

Kepala Dinas Satpol PP Kota Probolinggo Agus Effendi menyatakan, mereka yang berhasil kabur dari kejaran petugas, sepeda motornya tetap berhasil diamankan.  “Yang berhasil kabur ya kita biarkan. Tetapi sepeda motornya kami amankan di mako,” jelas mantan Camat Kedopok ini.  

Selanjutnya, Agus Effendi menyebutkan bahwa ada total 51 remaja yang berhasil diamankan dalam razia Sabtu malam itu. Dari jumah itu, 4 di antaranya adalah perempuan dan 2 orang berasal dari luar Probolinggo. “Lebih banyak warga Kabupaten Probolinggo yang kami amankan kali ini. Razia ini dalam rangka menghadapi Nataru,” tambahnya.

Mereka yang terjadi itu kemudian dibina. Para orang tuanya didatangkan. Sedangkan mereka yang berasal dari luar Probolinggo,  orang tuanya ditelepon. Mereka juga diminta menandatangani surat pernyataan tidak akan mengulangi lagi perbuatannya. “Bagi remaja yang terjaring 2 kali, kami surati sekolahnya. Biar pihak sekolah tahu,” ujar Agus Effendi. (gus/iwy)

 


Bagikan Artikel