Peristiwa

Polisi dan Warga Tingkatkan Kewaspadaan

PAKUNIRAN – Teror anjing liar yang terjadi di Desa Bucor Wetan membuat masyarakat sekitar resah. Pasalnya, peristiwa tersebut bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya, setidaknya sudah ada 3 ternak warga yang menjadi korban kebuasan anjing liar tersebut.

Ahmad Zaini, seorang warga sekitar mengaku sering melihat ada sekawanan anjing liar yang melintas di desanya pada malam hari. Meski sudah memangsa ternak, tidak menutup kemungkinan gerombolan anjing liar tersebut akan kembali beraksi.

“Enam bulan yang lalu sudah pernah kejadian. Sekarang (Minggu, 8/12) ada lagi. Warga mulai resah lagi. Masalahnya ini bukan hanya satu ekor anjing liar, tapi gerombolan,” kata perangkat Desa Bucor Wetan ini, Minggu (8/12).

Selain anjing liar, terkadang ia juga berpapasan dengan babi hutan yang menyerang tanaman warga ketika musim panen hampir tiba. Bahkan warga pernah mendapati babi hutan yang melahirkan anak di tengah tanaman tebu.

“Kalau hanya satu ekor, mungkin tidak terlalu jadi masalah. Tapi ini segerombolan, kadang ada 3, 4, bahkan7 ekor. Kadang saya kejar sendiri sampai batas desa, kalau sudah keluar desa saya lepas,” katanya.

Selain memangsa ternak dan tanaman milik warga, anjing liar juga terkadang masuk hingga ke dapur rumah warga. Mereka mencari makanan. “Banyak warga yang memergoki, tapi satupun belum bisa kami tangkap. Mereka menjilat-jilat sisa makanan yang ada di piring yang belum dicuci,” terangnya.

Sebelumnya, warga sudah beberapa kali melakukan upaya penangkapan terhadap anjing liar. Salah satunya dengan cara memberinya umpan berupa makanan. Namun, hingga kini tak ada satupun yang tertangkap. “Kami pancing dengan berbagai cara, mulai dari diberi umpan hingga dikasih racun. Tapi tidak ada yang tertangkap,” paparnya.

Ia memperkirakan anjing liar itu berasal dari luar desa. Sebab Bucor Wetan tidak memiliki hutan. “Di sini juga tidak ada yang memelihara anjing,” katanya.

Kapolsek Pakuniran Iptu Haby Sutoko mengatakan, setelah dilakukan penyelidikan, pihaknya menyimpulkan gerombolan anjing liar tersebut turun dari gunung atau hutan untuk mencari makan. Kondisi kemarau yang cukup panjang mengakibatkan stok makanan yang di daerah pegunungan berkurang.

“Karena memang sekarang musim kemarau. Mungkin stok makanannya yang di gunung itu berkurang. Sehingga anjing-anjing ini turun ke pedesaan untuk mencari makan,” katanya.

Agar tidak terjadi hal serupa, Haby mengimbau kepada warga sekitar yang memang untuk meningkatkan kewaspadaan. Khususnya warga yang memiliki hewan ternak. Pihaknya akan terus melakukan pengawasan dengan terhadap teror anjing liar tersebut.

“Siapkan pentungan dan bunyi-bunyian untuk patroli malam sekitar pukul 01.00, 02.00, sampai 03.00 dini hari, agar anjing liar itu ketakutan ketika mau ke kandang hewan. Mungkin sasarannya hewan yang memiliki ukuran tubuh yang tidak seberapa, seperti ayam dan domba. Tapi kalau seperti sapi tampaknya tidak berani,” jelas Haby. (ay)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan