Peristiwa

Rencana Buat Kurban, Domba Dimangsa Anjing Liar


PAKUNIRAN – Kasus dugaan serangan anjing liar pada hewan ternak di Kabupaten Probolinggo kembali terjadi. Kali ini di Dusun Karanganyar, Desa Bucor Wetan, Kecamatan Pakuniran, Minggu (8/12) dini hari.

Seekor domba milik Prawi (70) alias Pak Tris ditemukan mati dalam kondisi mengenaskan. Diduga, hewan peliharaannya itu tewas lantaran dimangsa anjing liar. Sebab sekitar pukul 1.00, salah seorang tetangganya melihat segerombolan anjing liar yang melintas di pemukiman warga setempat.

“Tadi selesai shalat Subuh saya ke kandang, ternyata domba saya sudah mati. Dan semalam memang ada tetangga yang bilang pukul 1.00 itu ada 7 anjing yang berkeliaran,” katanya, Minggu (8/12).

Ia menjelaskan, kondisi domba miliknya itu sangat mengenaskan. Tak hanya daging luarnya yang hancur tercabik, namun hati, jantung, dan usus dombanya dimakan tak tersisa.

Menurutnya, kejadian tersebut bukan yang pertama kalinya, sebab sekitar 6 bulan yang lalu, dua domba milik seorang kerabatnya Martina (60) juga dimangsa anjing liar.

“Tapi yang saya aneh, bercak darahnya itu tidak ada sama sekali, bahkan tulangnya juga tidak ada,” jelasnya.

Prawi mengungkapkan, domba miliknya itu sudah ia rencanakan untuk dijadikan kurban pada hari raya nanti. Namun, akibat musibah tersebut, ia terpaksa harus mengurungkan niatnya. Prawi mengaku merugi ratusan ribu rupiah.

“Kemarin saya masih bilang ke dombanya sambil saya elus-elus. Nanti kamu saya sembelih ya di hari raya. Padahal sudah besar, kalau 15 kg lebih, kalau dijual mungkin ke atas Rp 500 ribu,” sesalnya.

Sementara itu, Kapolsek Pakuniran Iptu Habi Sutoko yang meninjau langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengatakan, dari hasil olah TKP, ia membenarkan dugaan warga setempat. Hal itu berdasarkan bekas luka dombanya.

“Dugaan memang diterjang segerombolan anjing liar, karena di lehernya itu ada bekas gigitan yang dalam. Jadi satu anjing menggigit leher, dan yang lain itu menyerang badannya,” katanya.

Pj Kepala Desa Bucor Wetan Budi Utomo mengakui bahwa ada beberapa kejadian serupa sejak setahun terakhir.

“Tapi jumlahnya berapa, belum dipastikan. Data itu belum saya himpun. Tapi yang jelas ada beberapa kejadian. Ini bukan yang pertama kali,” katanya.

Oleh karenanya, ia mengimbau kepada masyarakat Desa Bucor Wetan untuk meningkatkan kewaspadaan dan keamanan desa.

“Saya mengimbau agar warga menggalakkan lagi siskamling (sistem keamanan lingkungan). Jadi dengan adanya ronda malam rutin, diharapkan kasus seperti ini tidak terjadi lagi di Bucor Wetan,” harap Budi. (ay/awi)


Bagikan Artikel