Peristiwa

Rumah Buruh Tani Dibondet


BANTARAN – Warga Dusun Caowan RT 017 – RW 005 Desa Kramat Agung, Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo, kemarin (19/11) geger. Teras rumah Busar (25) seorang warga setempat, dilempar mercon berukuran besar atau bondet. Aksi pelemparan bom ikan tersebut terjadi sekitar pukul 02.45.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Koran Pantura, aksi pelemparan bondet oleh orang tak dikenal itu mengakibatkan kerusakan cukup parah. Bagian depan rumah Busar yang seorang buruh tani tersebut rusak. Kaca jendela pecah. Lantai rumah retak. Atap rumah juga ambrol oleh kerasnya ledakan.

Busar mengatakan, saat kejadian itu dirinya tengah tertidur pulas di dalam ruang tamu. Dia tak memiliki firasat apapun jika rumahnya akan dilempari bondet. Bahkan dia merasa tak memiliki musuh atau tengah bermasalah dengan seseorang.      

“Waktu itu saya tengah tidur. Tiba-tiba terdengar suara ledakan di depan teras rumah. Karena takut, saya langsung membangunkan anak isti saya lalu kabur lewat pintu sisi barat rumah,” ungkap Busar, kemarin.

Dilanjutkannya, karena panik, Busar lantas berteriak minta tolong ke tetangganya. Teriakan Busar membuat warga terbangun dan berdatangan. Warga berkerumun dan berjaga-jaga di rumah Busar sampai polisi datang. Terutama demi mengantisipasi kemungkinan ada pelemparan bahan peledak susulan. “Setelah saya berteriak, tetangga mulai berdatangan dan saat itu pula dari teras depan rumah saya sudah terlihat kepulan asap yang cukup tebal,” sebutnya.

Kasus ini tengah ditangani oleh Satreskrim Polres Probolinggo. Selasa siang, polisi melakukan olah TKP di rumah milik Busar.

 Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Rizky Santoso menyatakan, berdasar hasil olah TKP tersebut, unit identifikasi mengamankan sejumlah barang bukti seperti serpihan bondet dan juga sejumlah pecahan kaca. Ada pula beberapa barang bukti lainnya yang akan diteliti di laboratorium guna menentukan jenis bahan peledak yang dipakai dalam bondet tersebut.

“Sejauh ini, kami masih belum mengetahui motif pelemparan bondet itu. Kami masih mempelajari hasil olah TKP dan keterangan sejumlah saksi-saksi. Hingga saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” tandasnya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel