Peristiwa

Bawa Petasan ke Rumah Mantan, Meledak di Tangan


PROBOLINGGO – Selasa (19/11) sekitar pukul 02.15 terjadi ledakan keras di wilayah Kelurahan Pilang, Kademangan, Kota Probolinggo. Sebuah petasan besar meledak, dan melukai Adi Prastowo (39). Setelah terluka, Adi meminta tolong kepada anggota Polsek Kademangan berpakaian preman yang tengah berpatroli. Adi minta diantar ke RSUD dr Moh. Saleh Kota

Menurut Kapolsek Kademangan Kompol Toyib Subur, Adi Prastowo merupakan warga Jalan Kapten Saroe, Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih. Tetapi terjadinya ledakan mercon itu di Kelurahan Pilang. Adi Prastowo telapak tangannya hancur hingga pergelangan.

Adi diduga terkena petasan atau mercon yang meledak di tangannya. Belum diketahui, mengapa Adi membawa petasan dan berada di depan rumah mantan istrinya, Sumiarsih (37) di jalan Sokarno-Hatta Kelurahan Pilang, dini hari itu. “Belum tahu. Apakah petasan yang dibawa hendak dilempar ke rumah mantan istrinya atau tidak. Masih kami selidiki dan dalami,” jelas Kompol Toyib.

Namun yang jelas, kejadian dini hari tersebut diketahui salah satu anggotanya yang berpatroli. Petugas kebetulan melintas di lokasi kejadian melihat sepeda motor matik miring di selatan jalan menghadap ke barat. Petugas melihat seorang lelaki berlari-lari kecil ke arah timur dan mendekati perempatan Pilang menyeberang ke utara dan berhenti di Pos Pantau Lalulintas Pilang.  

Pria yang wajahnya ditutupi dengan kain dan berhelm itu meminta tolong ke petugas yang membuntuti. Ada luka di tangan kanannya. Petugas yang berboncengan dengan rekannya, kemudian mengantar korban ke RSUD. “Mereka bertiga ke RSUD dokter Mohammad Saleh. Malam itu juga, kami menghubungi keluarga korban. Sekarang Adi masih di rumah sakit,” tambahnya.

Kapolsek yang mendengar kejadian tersebut juga langsung turun ke lokasi kejadian dan RSUD. Kapolsek ke lokasi kejadian didampingi adik korban dan sempat masuk ke rumah mantan istri korban. “Sumiarsih terkejut karena yang datang bersama saya, mantan adik iparnya. Enggak ada masalah, enak kok mereka berdua omong-omongan dan salaman, meski mantan ipar,” ujar Kompol Toyib Subur.

Informasi yang didapat dari Sumiarsih, yang datang bersama Kapolsek adalah adik mantan suaminya. Sumiarsih satu tahun lalu bercerai dengan Adi. Kapolsek juga mendapat informasi dari Sumiarsih bahwa kejadian ini sudah kali kedua.

“Katanya, sudah 2 kali diteror. Yang pertama bulan 2 tahun 2019. Tetapi yang dilempar petasan, bukan di rumahnya, melainkan rumah sisi barat rumahnya. Kejadian itu sempat dilaporkan ke polsek oleh Sumiarsih,” tandasnya.

Meski demikian, Kompol Toyib Subur belum berani memastikan bahwa kedatangan  Adi ke rumah mantan istrinya memang hendak melempar petasan. Pihaknya masih menyelidiki dan mendalami kasus tersebut. Bahkan, Kapolsek menyatakan akan melibatkan tim Labfor Polri Cabang Surabaya. “Kami tidak mau beranda-andai. Khawatir kami keliru. Nanti saja menunggu hasil penyelidikan,” katanya.

Tentang bagaimana kejadian sebenarnya, Kapolsek berterus terang belum mengetahui. Apakah petasan yang dibawa korban sempat dilempar atau meledak di tangannya saat hendak dilempar. “Yang jelas, serpihan atau pecahan kertas di lokasi kejadian banyak. Ukuran petasan dan dapat dari mana, kami juga belum tahu,” katanya.

Sumiarsih sendiri membenarkan kalau korban ledakan itu adalah  mantan suaminya. Dengan bapak dari dua anaknya itu Sumiarsih mengaku sudah cerai setahun lalu. Akta cerainya sudah terbit.

Sumiarsih mengaku sudah 2 kali dilempar mercon. Selain itu, Sumiarsih juga mengaku sering diancam melalui Hp, namun tidak dipedulikan. Adi juga pernah mengajak rujuk, namun tidak ditanggapi. Sumiarsih tidak mau lantaran mantan suaminya itu gampang marah dan ringan tangan. “Enakan hidup sendiri. Lebih nyaman. Enggak tahu kok sampai berbuat seperti itu,” katanya.

Atas kejadian tersebut, Sumiarsih meminta polisi memproses perbuatan mantan suaminya. “Saya kepingin tenang, meski saya tidak kumpul sama 2 anak saya. Semua anak saya dibawa bapaknya. Yang paling besar, mondok di Sidogiri Pasuruan. Yang kecil ikut bapaknya,” katanya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel