Peristiwa

Manajerial APBDes Harus Profesional

KRAKSAAN – Proses pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak 2019 di Kabupaten Probolinggo sudah usai pada Senin (11/11) lalu. Sebanyak 12 kepala desa (kades) yang baru terpilih akan memimpin desanya masing-masing selama 6 tahun ke depan.

Bupati Probolinggo Hj. P Tantriana Sari mengimbau kepada seluruh kades, baik yang baru terpilih maupun yang lama agar transaparan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Hal itu demi menunjukkan komitmen kepala desa dalam membangun desa menjadi lebih baik. “Seluruh kepala desa yang menjadi bagian dari proses pembangunan, manajerial APBDes pertama harus bisa terbuka dan harus profesional,” katanya, Rabu (13/11).

Khusus bagi kepala desa yang baru, ia mengimbau agar segera belajar mempelajari aturan tentang APBDes, agar tepat sasaran dalam penggunaannya. Karena dengan mempelajari aturannya, hal itu bisa menjadi modal bagi kepala desa dalam menyusun program-programnya.

“Tentunya dengan banyak berdiskusi dengan kami pemerintah daerah, bisa menjadi modal awal bagi pemerintahan desa yang baru dalam mengelola amanah dari pusat, untuk APBDes yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Bupati juga menegaskan, pihaknya akan selalu melakukan pengawalan terhadap dana tersebut. Ia pun berharap para kades bisa menggunakan APBDes itu dengan sebaik mungkin dan tidak melakukan penyimpangan. “Pemda tentunya akan terus mengawal bagaimana seluruh perangkat pemerintahan dan seluruh kepala desa bisa terbuka dalam APBDes nya,” tegasnya.

Ia juga mendoakan para kepala desa bukan hanya menjadi simbol sebagai pemimpin di sebuah desa, tapi bagaimana para kades bisa memberikan contoh yang baik kepada rakyatnya. “Semoga diberikan kekuatan dan kemudahan untuk menjadi pemimpin dan panutan bagi masyarakat,” harapnya. (ay/awi)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan