Peristiwa

Perampok Berpistol Beraksi di Kota, Menembak 4 Kali


PROBOLINGGO – Kawanan perampok bersenjata pistol beraksi di wilayah hukum Polres Probolinggo Kota, Rabu (9/10) pukul 18.50. Dua pelaku yang mengendarai motor matik berhasil menggasak uang Rp 5,5 juta dari sebuah pegadaian swasta. Bahkan, pelaku sempat menembakkan pistol yang dibawanya, namun syukur saja tidak mengenai korban.

Aksi perampokan petang itu terjadi di pegadaian swasta, yaitu Gaden Maju Bersama yang terletak di Jalan Hayam Wuruk 49 Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Kawanan yang diduga bersenjatakan air softgun mendatangi gaden (pegadaian) swasta itu saat hendak ditutup.

Sonang Napitulu (58) sang pemilik, terpaksa melayani dua pelaku yang berpura-pura menggadaikan barang. Tiba-tiba salah satu pelaku meminta sejumlah uang sambil menodongkan pistol. Korban menyerahkan uang yang dipegangnya sebanyak Rp5,5 juta setelah mendengar bunyi letusan.

Lelaki yang biasa dipanggil Napitupulu itu menyebutkan, 4 kali pelaku meledakkan pistolnya. Namun, tidak sampai mengenai dirinya, karena pucuk pistol pelaku tidak diarahkan ke Napitupulu. “Sempat menembakkan pistolnya empat kali. Enggak, enggak mengenai saya,” ujar Napitupulu.

Setelah berhasil menggasak uang, dua pelaku kabur kearah utara. Kata korban, aksi pelaku terekam kamera pengawas atau pengintai (CCTV) yang dipasang di teras depan gadennya. Napitupulu kemudian dibawa ke mapolresta untuk dimintai keterangan.  

Pria yang membuka jasa pengetikan dan print di utara gaden itu membenarkan kalau ada ledakan. Hanya, ia tidak begitu memperhatikan, lantaran fokus pada pekerjaannya. “Ya, tadi anak-anak keluar. Katanya mendengar ledakan seperti mercon. Enggak tahu kalau ada perampokan. Saya fokus ngeprint punya anak-anak,” kata pria itu saat ditemui.

Sementara itu, Rusdiyanto penjaga malam atau waker gaden mengaku tidak tahu kalau tempat yang dijaganya ada perampokan. Ia yang petang itu berada di rumah, mendengar kabar dari tetangganya. “Kabar dari tetangga, katanya gaden kemalingan. Saya langsung ke sini. Ternyata benar. Biasanya kalau ada sesuatu, bos saya yang punya gaden ini nelepon. Tadi enggak,” ujarnya, di lokasi kejadian.

Rusdi awalnya tidak percaya dengan kabar tersebut, mengingat gaden yang dijaganya tutup sore. Ia juga menjelaskan, giliran jaga malamnya pukul 21.30 hingga pagi. “Enggak tahu kok malam buka. Biasanya sore sudah tutup. Kalau saya, giliran jaganya pukul 21.30 nanti,” tambahnya.

Rusdi menyebutkan, bosnya kehilangan barang sudah enam kali ini. Dua kalinya terjadi saat gaden masih ada di selatan. Sedangkan di lokasi yang sekarang, kejadian serupa terulang kali keempat ini. “Ke enam kalinya ini kebobolan uang. Sebelumnya, Hp semua. Pelaku berpura-pura nanya lelang Hp. Setelah beberapa Hp dikeluarkan, saat bos saya lengah, langsung diambil dan kabur,” katanya.

Polisi yang mendengar informasi di Jalan Hayam Wuruk terjadi perampokan langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Korban diminta melaporkan kejadian itu ke mapolresta sekaligus dimintai keterangan. “Korban dirampas uangnya oleh dua pelaku mengendarai motor. Pelaku kabur, katanya pelaku sempat nembak,” ujar Kasatreskrim AKP Nanang Fendi Dwi Susanto saat di TKP petang itu.

Saat ditanya jumlah uang yang dirampas, AKP Nanang enggan menyebut nominalnya, mengingat belum ada kepastian dari korban. Karenanya, pihaknya akan mendalami kasus tersebut dan mempelajari rekaman CCTV. “Kami akan melakukan olah TKP dulu. Kemudian memeriksa rekaman close circuit televison (CCTC). Kan rumah korban dilengkapi CCTV,” katanya. (gus/iwy)

 


Bagikan Artikel