Peristiwa

Enam Warga Kota Minta Dijemput

PROBOLINGGO – Enam pengungsi Wamena asal Kabupaten Probolinggo pulang secara swadaya dan telah tiba di Bandara Juanda, Sidoarjo, Rabu (9/10) malam. Sedangkan 6 pengungsi lain asal Kota Probolinggo, dikabarkan masih harus berjuang agar bisa meninggalkan tanah Papua.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Koran Pantura, sebanyak 6 orang warga Desa Kramat Agung Kecamatan Bantaran yang telah pulang. Masing-masing bernama Juma’in, M. Rosim, M. Irfan, Selami, Satik Krismawati, dan Ahmad Yudha Aditya.

Sedangkan 6 orang warga Kota Probolinggo yang kini masih berada di Merauke, Papua, masing-masing bernama Teguh Sukarno, Abdul Tomin Mustofa, Selvi, Sa’ad, Supar dan Bakhen.

“Informasinya enam warga terebut merupakan warga kota Probolinggo. kini mereka berada di Merauke dan ditampung oleh ketua paguyuban warga Jawa Madura setempat. Kebetulan istri dari salah satu pengungsi atas nama Bakhen itu merupakan warga Jorongan,” ungkap Kades Jorongan Masuni, Rabu (9/10).

Menurutnya, berdasar laporan dari istri Bakhen, enam warga kota Probolinggo itu dari Wamena, sampai di Merauke ikut pesawat militer TNI. “Kata suaminya, saat saya hubungi bilang mereka ingin pulang. Namun mereka terbentur masalah dana. Saat ini untuk menyambung hidup sementara waktu saja mereka harus bekerja di tempat usaha pembuatan batu bata sejak sepekan yang lalu,” jelasnya.

Lebih jauh, Kades Masuni menyebutkan bahwa Bakhen dan 5 rekan warga kota Probolinggo tengah mengumpulkan dana yang dihimpun secara sukarela oleh ketua paguyuban warga setempat. Dana yang terkumpul itu nantinya akan dipakai untuk membeli tiket pulang. Baik untuk naik pesawat terbang ataupun kapal laut.

“Mereka hanya menyampaikan pada kami bahwa setibanya mereka nanti di Surabaya, mereka minta untuk dijemput. Karena bilangnya mereka sudah tidak punya uang lagi dan hanya berharap untuk dijemput,” paparnya.

Nasib serupa dialami 9 orang pengungsi asal Jember dan Lumajang. Mereka satu rombongan dengan 6 warga Kota Probolinggo saat mengungsi dari Wamena ke Merauke. “Mengingat mereka warga Kota Probolinggo, informasi ini telah kami sampaikan petugas TKSK kami. Selanjutnya kami berharap Dinsos Kota Probolinggo bisa menindak-lanjutinya,” kata Kades. (tm/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan