Peristiwa

Berhasil Pulangkan Pengungsi Nyasar

PROBOLINGGO – Sebanyak 11 pengungsi Wamena asal Kabupaten Probolinggo yang sempat nyasar diturunkan di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, berhasil dipulangkan. Mereka dipulangkan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo, Selasa (8/10) petang.

Belasan orang itu berasal dari Kecamatan Leces, Bantaran, dan Tongas. Pemulangan mereka merupakan buah dari upaya Dinsos Kabupaten Probolinggo yang telah melobi Dinsos Provinsi Jawa Timur agar segera memfasilitasi agar para pengungsi itu tidak sampai telantar di Jakarta.

“Komunikasi intens terus kami bangun dengan pihak Dinsos Provinsi Jawa Timur agar belasan warga kabupaten Probolinggo dapat segera dibawa ke titik kumpul pengungsi di Surabaya,” ungkap Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial (Limjamsos) Kabupaten Probolinggo, Sujianto, kemarin.

Dijelaskan, pemulangan belasan warga Kabupaten Probolinggo dari Jakarta itu menggunakan pejalanan darat naik bus khusus yang disewa oleh Kementerian Sosial RI. “Setelah menerima informasi adanya warga Kabupaten Probolinggo yang telantar di Jakarta, maka kami langsung menghubungi pihak dinsos provinsi untuk berkoordinasi dengan kementerian agar disediakan kendaraan untuk membawa mereka ke Jatim,” jelasnya.   

Amin salah satu pengungsi asal Kecamatan Bantaran mengatakan, rombongannya tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta pada Senin (7/10) sore. Baru pada Selasa (8/10) dini hari mereka dijemput oleh bus yang membawa mereka pulang ke Jatim.

“Pengemudi bus itu bilang kalu bus yang dikemudikannya disewa oleh Kemensos untuk mengantar kami ke Jatim. Setibanya di Jatim kami langsung didata dan diantar oleh petugas Dinsos dan Tagana Kabupaten Probolinggo hingga ke kantor Dinsos di kota Probolinggo,” paparnya.

Menurut Amin, asal muasal nyasarnya itu karena pada di Bandara Papua, mereka secepatnya saja naik pesawat Hercules tujuan Jakarta. Saat itu ada ribuan pengungsi. “Kami tahu kalau pesawat itu tidak akan mendarat di Jawa Timur. Tapi, itu urusan belakang. Yang penting, kami sampai dulu di Jawa. Perkara nanti dibawa ke Jatim atau tidak, itu urusan belakang. Yang penting terbang dulu ke Jawa,” ujarnya.

Alasan itu diperkuat dengan kenyataan dan fakta bahwa kondisi para pengungsi sudah memprihatinkan. Terutama karena pasokan logistik yang terus berkurang, “Kalau kami kaum pria saja sudah stres terus menerus berada dan menunggu di pengungsian, apalagi anak-anak dan perempuan. Mohon pada pemerintah, jumlah pesawat dan kapalnya ditambah untuk proses evakuasi,” kata Amin. (tm/iwy)

 

 

 

 

 


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan