Peristiwa

Belasan Pengungsi Probolinggo Nyasar ke Jakarta

PROBOLINGGO – Proses pendataan dan pemulangan pengungsi Wamena asal Jawa Timur masih karut marut. Dampaknya, ada belasan pengungsi Wamena yang merupakan warga Probolinggo, bernasib nahas. Mereka justru mendarat di Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Desa Jorongan Kecamatan Leces Masuni. Ia menyebut ada 16 pengungsi asal Kota dan Kabupaten Probolinggo yang nyasar dan didaratkan oleh pesawat Hercules TNI pengangkut pengungsi di Jakarta.

“Pesawat Hercules yang berangkat tadi pagi, mendarat di bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta. Warga saya telepon terus sejak semalam, takut tidak dijemput,” ungkap Kades Masuni, Senin (7/10).

Menurutnya, dari 16 warga Probolinggo tersebut 2 merupakan warga Desa Jorongan,  8 warga Desa Kramat Agung Kecamatan Bantaran, dan 1 warga Tongas. Sedangkan sisanya merupakan warga Kota Probolinggo. “Saat ini mereka masih tertahan di bandara Jakarta. Untuk proses penjemputannya, akan kami masih koordinasikan terlebih dahulu dengan pihak Dinsos Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.

Sementara, Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial (Limjamsos) pada Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo Sujianto mengaku pihaknya telah mengetahui kejadian ini. Oleh karena itu, menurut Sujianto, hari ini pihaknya akan berangkat ke Dinsos Provinsi Jawa Timur di Surabaya untuk melakukan koordinasi terkait pemulangan belasan warga Probolinggo tersebut.

“Besok kami akan upayakan pemulangan  dan penjemputan mereka. Namun sebelumnya kami akan koordinasikan terlebih dahulu dengan pihak Dinsos Provinsi,” sebut Sujianto, kemarin.

Mengapa sampai bisa nyasar di Jakarta? Sujianto menyebut bahwa hal itu bisa saja terjadi. Namun dia menduga bahwa sebenarnya belasan warga Probolinggo itu hanya transit sementara di Jakarta, sebelum diterbangkan kembali menggunakan pesawat ke Jawa Timur.  “Tetapi untuk memastikannya, kami harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak Dinsos di Provinsi,” katanya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan