Peristiwa

Jaring 39 Remaja, Ada Pelajar Madrasah Menabung demi Miras

PROBOLINGGO – Satpol PP Kota Probolinggo pada Sabtu (14/9) melakukan razia. Dari sejumlah titik razia, Satpol PP berhasil menjaring sampai 39 orang remaja. Dan pada saat dibawa ke markas Satpol PP malam itu ada salah satu pemuda yang mengamuk karena tidak mau dirinya terekam kamera.

Begitu turun dari kendaraan Dinas Satpol PP, pemuda tersebut langsung memukul perut salah seorang wartawan yang tengah merekam. Taufik, wartawan media online yang dipukul bagian perutnya itu pun langsung membalas. Perkelahian tak dapat dihindari.

Empat petugas Satpol PP yang mengetahui perkelahian sengit itu, langsung maju serempak dan berusaha melerai. Pemuda yang mengamuk tersebut bertekuk lutut setelah beberapa bogem mentah mendarat di tubuhnya. “Pemuda itu langsung minta maaf. Katanya, dia bersikap begitu karena pengaruh minuman,” ujar Taufik.

Kejadian mengagetkan sebelumnya juga terjadi di rel KA barat Pasar Mangunharjo. Seorang remaja tiba-tiba roboh tersungkur di pinggir jalan barat rel. Saat ditanya petugas, beberapa rekannya mengaku belum nenggak arak.

Tetapi ada salah satu dari remaja itu membuang miras (minuman keras) yang dibawanya ke sungai. Aksi itu diketahui salah satu petugas. Remaja itu lalu disuruh mencari botol miras yang dibuang ke sungai. Satu botol miras yang dibungkus kresek hitam akhirnya ditemukan.

Beberapa saat setelah masuk sungai mengambil miras, remaja yang mengaku dari Desa Randulima, Kecamatan Dringu, itu roboh di pinggir sungai. Tetapi ia siuman setelah diangkat oleh rekan-rekannya dan kemudian dipisahkan dari rekan-rekannya.

Remaja itu mendapat perlakuan khusus dari petugas, karena diduga memilik penyakit ayan (epilepsi).  “Saya diajak teman-teman pak. Saya dan teman-teman belum minum. Ya baru datang kemudian bapak datang,” ujarnya ke petugas.

Orang tua remaja tersebut kemudian didatangkan ke markas Satpol PP. “Saya tidak tahu anak saya punya penyakit. Nanti saja kami periksakan ke dokter,” ujar sang ibu kepada petugas singkat.           

Razia rutin yang digelar Satpol PP pada Sabtu malam itu berhasil menjaring 39 remaja.  Mereka diamankan di tempat dan waktu berbeda, saat pesta miras, juga saat tengah mengamen di perempatan Randupangger. Ada pula yang diamankan saat sedang pacaran di Taman Maramis.

Beberapa tempat lain yang disasar razia malam itu adalah kawasan Stadion Bayuangga, Blok Pentalan di Kelurahan Kebonsari Wetan, timur bundaran Gladak Serang, hingga kawasan Pasar Mangunharjo. “Memang tempat itu sering digunakan pesta miras,” ujar Kasi Operasi pada Dinas Satpol PP Hendra Kusuma.

Menurutnya, mereka yang terjaring operasi malam itu juga diminta menandatangani surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya. Selain itu, orang tuanya juga dipanggil. “Ya, biasa, pembinaan. Mereka akan dikembalikan ke orang tuanya,” tambah Hendra.

Remaja yang pesta miras di timur bundaran Gladak Serang rela menabung demi membeli miras. Padahal mereka juga masih sekolah di madrasah. “Kami membeli arak di timur alun-alun dari hasil menabung. Kami sekolah di madrasah pak. Tadi saya diberi sangu oleh orang tua Rp 5 ribu,” ujar beberapa remaja itu.

Hendra mengatakan, kejadian ini jadi pelajaran penting bagi para orang tua, maupun para remaja lainnya. “Perbuatan tersebut tidak boleh ditiru,” katanya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan