Peristiwa

Terjepit Besi Beton, Seorang Pekerja Tewas

Polisi saat melakukan olah TKP tewasnya seorang pekerja akibat terjepit besi beton di Desa Pajarakan Kulon, Kecamatan Pajarakan, Rabu (11/9) malam. (Abdul Jalil/Koran Pantura)

 

PAJARAKAN – Nahas menimpa Yusuf (42), warga Desa Pajarakan Kulon, Kecamatan Pajarakan. Ia meregang nyawa setelah terjepit besi beton eser ukiran 16 di Dusun Bawangan desa setempat, Rabu (11/9) malam. Korban meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUD Waluyo Jati Kraksaan.

Informasi yang dihimpun Koran Pantura, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.00. Saat itu, Yusuf bersama tiga temannya, yakni Zainul, Fauzi, dan Ubay, tengah menurunkan besi beton itu dari truk. Rencananya, besi beton itu akan digunakan sebagai bahan bangunan untuk mendirikan pondasi tower.

Ketika hendak menurunkan besi itu, Yusuf berada di posisi yang kurang tepat. Ia berdiri di samping besi yang masih terikat di atas bak truk. Yusuf ditemani seorang temannya, Zainul, untuk membuka kait besi itu. Posisi Zainul berada di tengah lingkaran besi beton.

Sayangnya, setelah tali pengikat besi itu longgar. Besi itu seketika memegas ke samping dan mengenai Yusuf. Alhasil, tubuh Yusuf terjepit oleh besi di pojok kanan bak truk. Ia pun tak bisa bergerak. Hingga teman dan puluhan warga menarik besi yang menjepit Yusuf.

“Seikat besi beton itu berat sekali, puluhan warga yang menarik itu pun butuh waktu,” ujar Ubay, salah satu rekan kerja Yusuf.

Beberapa menit kemudian, Yusus berhasil dievakuasi dan segera dibawa ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Sayang, Yusuf tak bisa diselamatkan. Ia menghembuskan nafas terakhirnya dalam perjalanan menuju RS.

Kapolsek Pajarakan Iptu Sugeng Harianto menyampaikan, korban langsung dibawa ke kamar Mayat RSUD Waluyo Jati. Itu untuk dilakukan visum et repertum. Sambil menunggu hasil visum, pihaknya melakukan olah TKP di lokasi kejadian. “Besi itu biasanya dilepas menggunakan alat berat. Tapi pekerja memilih membuka secara manual,” katanya.

Ia menyampaikan, pada malam itu, jasad korban pun langsung dibawa ke rumah duka. Yang mana rumahnya tak jauh dari lokasi kejadian. “Setelah visum, langsung dibawa pulang,” terang Iptu Sugeng. (yek/awi)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan