Peristiwa

Gelar Razia, Satpol Temukan  8 Bangunan Belum Berizin  

PROBOLINGGO – Setelah sibuk pengamanan gelaran di Semipro (Seminggu di Kota Probolinggo) Satpol PP Kota Probolinggo menggelar operasi penertiban izin gangguan. Razia bangunan tak berizin itu dilangsungkan Selasa (10/9) mulai pukul 09.00 hingga pukul 12.00. Dari 10 bangunan yang didatangi, 8 di antaranya belum berizin.

Hal tersebut diungkap Kasi Ops Satpol PP Hendra Kusuma usai razia. Menurutnya, operasi dilakukan di 5 titik di Jalan Citarum, Kelurahan Curahgrinting, Kecamatan Kanigaran. Dari 5 titik yang didatangi, 2 berizin dan 3 belum memiliki izin.

Razia dilanjutkan di Jalan Bengawan Solo. Hasilnya, dari 5 tempat yang dioperasi seluruhnya belum mengantongi izin. Bagi pemilik bangunan yang tidak bisa menunjukan izin mendirikan bangunan (IMB) saat operasi berlangsung, maka pembangunannya dihentikan sementara. “Penutupan sementara. Jadi tukangnya diliburkan. Pemilik diminta mengurus IMB-nya dulu,” katanya.

Jika IMB-nya sudah selesai, pembangunan bisa dilanjutkan kembali. Kalau pemilik mokong dan tetap melanjutkan pembangunannya sebelum ada izin,  akan diberi surat peringatan (SP). “Kami tetap prosedural. SP sampai tiga kali. Kalau tetap meneruskan pembangunannya, ya kami tutup paksa. Diminta urus dulu IMB-nya,” jelasnya.

Hendra menambahkan, rata-rata bangunan yang didatangi adalah bangunan yang akan dibuat  usaha. Seperti pemondokan atau rumah kos, tempat jualan atau ruko dan lain sebagainya. Untuk bangunan rumah hunian, sementara tidak masuk dalam daftar razia. “Kalau soal hunian, kita nunggu surat dari PU. Kan PU yang tahu, mana bangunan yang berizin dan tidak,” tambahnya.  

Hendra menegaskan, razia yang dilakukan bukan perintah OPD terkait seperti Dinas PUPR, tetapi upaya jemput bola. “Bukan karena laporan dari masyarakat, tetapi   upaya kami menjemput bola. Kalau (bangunan tidak berizin, red) dibiarkan, dikira kita ada main dengan pemilik bangunan,” tegasnya.

Hendra tidak ingin operasinya tebang pilih. Karenanya, ia akan terus melakukan operasi penertiban izin gangguan atau bangunan yang belum meniliki izin. Tak hanya bangunan tempat usaha kecil, pihaknya juga akan mendatangi bangunan tempat usaha berskala besar. “Kalau dipilih-pilih, kami dicurigai. Ya, semuanya akan kami datangi,” katanya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan