Peristiwa

Gerebek Pesta Miras dan Kumpul Kebo

KRAKSAAN – Tim Reaksi Cepat (TRC) Kabupaten Probolinggo menggerebek adanya dugaan pesta miras di Dusun Bunot, Desa Gading Wetan, Kecamatan Gading, Selasa (20/8) siang. Giat itu merespon pengaduan masyarakat yang resah. Sebab, para pelaku tidak hanya pesta miras, melainkan juga diduga telah kumpul kebo di rumah tersebut.

Informasi itu ditangkap oleh Syaiful Bahri, seorang petugas Satpol PP yang berkediaman di wilayah Gading. Masyarakat mengadukan perilaku HR (20), warga Dusun Bunot, Desa Gading Wetan yang kerap menggelar pesta miras bersama rekan-rekannya di rumahnya.

“Pelaku sudah diingatkan beberapa kali, termasuk oleh pemdes. Tetapi ya begitu, dinasehati sekarang, dua hari ke depan kumat lagi,” ungkap Syaiful kepada Koran Pantura, Rabu (21/8).

Menurut penuturan pelapor, HR adalah seorang pengangguran. Ia tinggal bersama kedua orang tuanya yang sudah berumur tua. HR sering meminta uang kepada orang tuanya untuk keperluan pesta mirasnya itu.

“Misalnya diberi Rp 50 ribu, dua hari lagi minta segitu lagi. Kalau gak dikasih, orang tuanya dihajar. Pernah bapaknya sendiri dipukuli dan ibunya disulut sama putung rokok,” bebernya.

Menanggapi laporan itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) Satpol PP langsung mendatangi lokasi. Saat penggerebekan, hanya ada 3 pemuda yang terciduk. Mereka adalah HR sebagai tuan rumah; AY (19), warga Desa/Kecamatan Pakuniran yang diduga kekasih HR; dan K (20), teman HR, warga Desa GadingWetan, Kecamatan Gading.

“Saat ditangkap ada barang bukti botol miras jenis arak dan sebuah plastik yang diduga sebelumnya merupakan bungkus pil koplo. Saat penggerebekan, ada beberapa rekan mereka yang terlebih dahulu keluar rumah, salah satunya TK (17), adik perempuan dari AY bersama pacarnya,” beber Koordinator TRC Satpol PP Kabupaten Probolinggo Nurul Arifin.

Ketiga pelaku yang ditangkap lalu dikeler ke markas komando (mako) Satpol PP untuk diberi pembinaan. Usai itu, mereka juga dimintai keterangan atas tindakan mereka selama ini.

Dua pelaku yakni HR dan AY diinapkan selama semalam di mako Satpol PP. Sedangkan K dipulangkan pada malam hari sebelumnya. “Berdasar pengakuan pelaku, pesta miras itu sering dilakukan, bahkan bisa sampai 5 kali dalam sepekan,” jelasnya.

Pelaku HR juga tercatat pernah menggadaikan kedua motor milik keluarganya. Salah satu motornya yakni jenis Yamaha Vixion bahkan pernah digadaikan hanya sebesar Rp 200 ribu untuk keperluan pesta barang haram tersebut.

“Kedua orang tuanya sudah angkat tangan (menyerah,red). Bapaknya, KY (54) memilih diam karena pernah dipukuli oleh HR. Biasanya pesta miras itu berlangsung sampai subuh. Beberapa teman-teman HR pulang, tersisa 3 orang saja, yaitu HR, AY dan TK,” paparnya.

Meskipun tidak terjalin satu ikatan resmi, ketiganya tidur dalam satu kamar. Penuturan HR, baik AY maupun TK sering menginap, bahkan sampai sepekan lamanya. HR juga mengakui bahwa beberapa kali melakukan hubungan intim dengan AY. “Kalau sudah kena efek miras dan pil koplo itu, ya sembarangan yang dilakukan wis Mas,” ucap Nurul. (awi/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan