Peristiwa

Cabai Rusak, Panen Berkurang


MARON – Cuaca yang tak menentu dikeluhkan oleh petani cabai besar di Kabupaten Probolinggo. Pasalnya, akibat cuaca yang tak menentu, beberapa tanaman cabai mengalami kerusakan.

Salah satunya dialami oleh petani di Desa Maron Kidul, Kecamatan Maron, Abdul Manaf. Tanaman cabainya mengkerut dan terganggu pertumbuhannya, sehingga tak bisa lagi dipanen. “Rusak akibat cuaca ini, kalau siang panas sekali, sebaliknya kalau malam suhunya jadi dingin sekali,” katanya, Rabu (14/8).

Akibat hal itu, ia harus rutin melakukan pemupukan dan pemberian pestisida dengan cara disemprot setiap dua hari sekali. Sebab jika hal tersebut tak dilakukannya, maka tanamannya tersebut akan semakin  banyak yang rusak. “Dua hari sekali saya semprot, jadi hanya berselang satu hari. Kalau tidak begitu, bisa menjalar ke cabai lainnya, bisa rugi saya,” keluhnya.

Ia mengaku, saat ini hasil panenya jauh berkurang dibandingkan saat cuaca masih normal. Bahkan penyusutan hasil panennya hampir mencapai 1 kuintal di sawah seluas 1.100 meter persegi miliknya itu. “Kalau normal cuacanya bisa hampir 2 kuintal sekali panen. Sekarang kisaran 1 kuintal saja setiap panen, mentok paling banyak itu hanya dapat 1,5 kuintal,” ungkapnya. (ay/awi)


Bagikan Artikel