Peristiwa

Jamaah Haji Tegalsiwalan Meninggal di Mekkah


MEKKAH – Suasana haru menyelimuti Maktab 12 kloter 13 SUB Kabupaten Probolinggo, Sabtu (9/8) dini hari. Pasalnya, ada salah seorang calon haji yang meninggal dunia karena sakit. Calon jamaah adalah Slamet bin Raksum, warga Dusun Krajan Desa Sumberkledung, Kecamatan Tegalsiwalan. Slamet meninggal dunia di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo H. Santoso yang berada di Mekkah selaku pembimbing ibadah kloter 13 mengatakan, para jamaah haji sedang bersiap melakukan Wukuf di padang Arafah, sebelah tenggara Kota Mekkah. Namun Slamet tidak berkesempatan melakukan persiapan wukuf. “Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Semoga yang bersangkutan mendapatkan pahala haji dan balasan surga,” ungkapnya.

Pihaknya telah datang kepada para jamaah asal Kabupaten Probolinggo untuk memberi support. Menurutnya, Slamet akan dikebumikan di Soraya pemakaman umum di Mekkah. Sebelumnya, jenazah akan disholatkan di Masjidil Haram. “Itu alasan kenapa jamaah yang meninggal di tanah suci sangat dimuliakan oleh semua jamaah,” terangnya.

Slamet (tengah) semasa hidup, tepat saat dirujuk ke RS Arab Saudi.

Terkait kelanjutan ibadah haji jamaah yang wafat, Santoso mengatakan ada mekanisme yang mengatur. Yakni, Pemerintah Indonesia bertanggung jawab melaksanakan badal haji.

Santoso mengungkapkan, Slamet menunaikan ibadah haji bersama istrinya. Pihaknya juga berusaha meyakinkan istri dari Slamet agar tetap semangat melanjutkan ibadah haji tanpa didampingi sang suami.

“Pihak muassasah (pihak yang bertugas dan bertanggung jawab dalam melayani berbagai kebutuhan jamaah haji, red) juga menjelaskan dengan bahasa Arab bahwa seseorang yang meninggal saat ibadah haji mendapat jaminan surga,” katanya. (ra/eem)


Bagikan Artikel