Peristiwa

Gudang Pramuka SDN Wangkal II Terbakar


GADING — Kebakaran melanda Sekolah Dasar Negeri (SDN) Wangkal II Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Minggu (11/8). Bagian yang terbakar adalah gudang berisi peralatan Pramuka sekolah tersebut.

Syamsul Hidayat, seorang saksi mata yang tinggal di sekitar lokasi mengatakan, api mulai muncul sekitar pukul 7.30. Menurutnya, warga baru menyadari adanya kebakaran begitu melihat kepulan asap yang membumbung tinggi.

“Ada warga yang menemukan adanya kepulan asap itu. Ketika saya sampai di sini, sudah ada sekitar 10 orang yang mencoba memadamkan api itu. Kalau kejadiannya setelah saya salat Id, waktu itu saya sedang makan,” katanya kepada Koran Pantura di sekitar lokasi kebakaran.

Menurutnya, bagian yang terbakar adalah gudang Pramuka. Berkat kesigapan warga dan tim pemadam kebakaran (damkar), api tidak sampai menjalar ke bangunan lainnya di sekolah tersebut.

“Yang terbakar hanya gudang Pramuka, tapi mengenai sedikit atap perpustakaan, untung saja warga sigap dan ada pemadam kebakaran juga. Yang ludes hanya gudang pramuka saja,” terangnya.

Syamsul memperkirakan api muncul karena listrik konslet. “Sekolah libur hari raya, jadi memang tidak ada orang. Kemungkinan listriknya lupa tidak dimatikan,” katanya.

Abdurrahman, Komandan Regu Pemadam Kebakaran (Damkar) Dinas Satpol PP Kabupaten Probolinggo mengatakan, pihaknya kesulitan untuk sampai ke lokasi kejadian. Sebab pada Minggu pagi, warga yang berangkat silaturahmi ke rumah keluarganya di kesempatan Idul Adha, memadati jalan.

“Ketika kami menuju lokasi, jalan kondisinya sedang ramai, karena saat itu waktunya bersamaan dengan waktu selesai salat ‘Id,” katanya.

Begitu tiba di lokasi, damkar langsung beraksi. Mereka membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk menjinakkan api yang melalap gedung pramuka sekolah tersebut. Begitu api padam, damkar tetap menyiram puing-puing bangunan yang masih berpotensi menyulut api kembali membesar.

“Kami mengerahkan satu unit mobil damkar. Kami tadi hanya butuh setengah jam pemadaman dan pendinginan karena masih ada sisa-sisa api,” katanya. (ay/eem)


Bagikan Artikel