Peristiwa

Nenek Gagalkan Aksi Pencurian


PROBOLINGGO Hj Surti, seorang nenek berusia 60 tahun warga Jl Ikan Tongkol, Kelurahan/Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo kemarin (24/7) pagi berhasil mengagalkan aksi pencurian di toko pracangan miliknya. Dalam peristiwa yang terjadi kemarin itu, tersangka pencuri bernama Yuli Dwi Irwanto (27) sempat digebuki warga yang marah.

Selanjutnya, Yuli Dwi Irwanto yang merupakan warga Jalan Ronggojalu RT 1 RW 7 Desa Sumberkedawung, Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo, digiring ke markas Polsek Mayangan. Sepeda motor matik nopol N 2489 SS yang dikendarai pelaku, juga turut diamankan.

Massa banyak berkerumun di mapolsek. Bahkan ada yang mengintip dari celah jendela  untuk sekedar melihat pelaku. Bahkan ada warga yang sempat mencari keberadaan motor matik yang dikendarai pelaku. Karena khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, sepeda motor yang dikendarai pelaku saat beraksi itu akhirnya disembunyikan.

Sedangkan nenek Surti juga sempat dimintai keterangan di Polsek Mayangan. Setelah itu, nenek Surti dibawa ke Puskesmas. Sebab, kedua kakinya terluka gores setelah berduel dengan Yuli Dwi Irwanto. Selain itu, nenek Surti juga ingin pijat. “Ini kaki saya luka. Enggak tahu kena apa. Badan terasa remuk, sakit semua,” ujar nenek Surti kemarin saat masih berada di Polsek Mayangan.

Menurut Surti, ia mulanya tidak tahu kalau tokonya dimasuki pencuri. Sebab, ia di dalam rumahnya tengah menggoreng rengginang. Lalu karena mendadak perasaannya tidak nyaman,  Surti beranjak ke toko yang menyatu dengan rumah tinggalnya. “Tahu-tahu ada orang itu. Saya lihat sedang ngambil uang di kotak. Ya, saya tangkap,” katanya. 

Pelaku, yaitu Yuli Dri Irwanto sempat meronta ingin melepaskan diri dari bekapan nenek Surti, namun tidak berhasil. Pelaku baru bisa lepas saat dekat dengan sepeda motornya. Namun, begitu pencuri hendak kabur, nenek Surti berteriak maling dan memukuli pelaku dengan alat seadanya. Teriakan itu membuat warga sekitar berdatangan menangkap Yuli. Alhasil, Yuli tak luput dari amukan warga, sebelum akhirnya dibawa ke markas Polsek Mayangan.    

Saat ditanya berapa jumlah uang yang diambil pelaku, nenek Surti mengaku tidak tahu. Ia belum menghitungnya.

Sedangkan saat ditanya mengapa berani melawan pencuri, nenek Surti mengaku sudah geregetan. Sebab, sudah tiga kali tokonya kemalingan. Pertama, perhiasan yang disimpan di tokonya raib. Kedua kalinya, sejumlah rokok yang dipajang di etalase ludes dimaling. Dan kemarin adalah pencurian kali ketiga, tetapi berhasil digagalkannya. “Kami enggak menuduh dia (Yuli, red). Tetapi sudah tiga kali saya kemalingan. Makanya saya geregetan dan berani,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Mayangan Kompol Firman mengatakan, saat ini kasus pencurian dengan kekerasan (curas) itu masih didalami. Kompol Firman menyebut belum tahu  apakah pelaku residivis atau bukan. “Kami belum tahu. Berapa kali pelaku mencuri dan di mana saja. Apakah yang bersangkutan residivis atau bukan, masih kami selidiki,” tandasnya.

Selanjutnya, kata Kapolsek, tersangka pelaku dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 7 tahun penjara. Sedangkan sepeda motor yang dikendarai pelaku saat melancarkan aksinya, setelah dicek ternyata STNK-nya atas nama Juliana, warga Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok. “Kami masih akan menghubungi Juliana. Apakah motornya sudah dijual atau hilang,” terang Kompol Firman. (gus/iwy)


Bagikan Artikel