Peristiwa

Kaki Korban Ledakan Diamputasi

PROBOLINGGO – Syaiful (49), pekerja di gudang barang bekas di Jalan Sunan Bonang Kota Probolinggo yang menjadi korban ledakan Rabu (10/7) lalu, harus menerima kenyataan pahit. Ledakan itu membuat tulang kakinya hancur, dan akhirnya harus diamputasi.

Hal itu diungkap Direktur RSUD dr Moh Saleh Kota Probolinggo drg Rubiyati, Kamis (11/6) siang usai menjenguk Syaiful yang masih dirawat inap di ruang Bougenvile RSUD. Menurutnya, Syaiful yang merupakan warga Desa Menyono, Kecamatan Kuripan Kabupaten Probolinggo itu ditangani tim dokter bedah ortopedi.

Rubiyati menjelaskan, korban diamputasi karena jaringan kakinya mati dan tulang kaki kanannya rusak. Jika tidak diamputasi, kaki korban akan membusuk. “Jadi, keputusan dokter yang menangani, harus diamputasi. Mungkin khawatir kaki Pak Syaiful membusuk,” tandasnya.

Rubiyati mengatakan, operasi dilakukan Rabu malam dan berlangsung lancar. Hingga Kamis siang, kondisi korban berangsur membaik. Saat ditanya, apakah korban mengalami luka bakar, Rubiyati  berterus terang menyatakan tidak tahu. “Kami tidak tahu karena yang menangani bukan kami, tetapi tim dokter bedah ortopedi,” katanya.  

Rubiyati kemudian menunjukkan hasil foto rontgent kaki korban kepada Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal yang kemarin membesuk korban. Selain untuk mengetahui kondisi pasien lebih dekat, AKBP Alfian menjenguk korban untuk menyampaikan tali asih. “Ini dari kami. Semoga bisa membantu pengobatan suami ibu,” ujar Kapolresta kepada istri korban sambil menyerahkan amplop ukuran sedang.

Kepada Kapolresta, Syaiful sempat menuturkan bahwa dirinya tidak tahu benda apa yang diinjaknya hingga meledak. “Enggak tahu saya pak. Tiba-tiba saya mendengar ledakan dahsyat. Saya langsung roboh. Saya enggak nyangka kaki saya jadi begini,” keluhnya.

Begitu tahu luka di kaki kanan Syaiful parah, Nur Hasan pemilik gudang langsung membawanya ke RSUD. “Bagaimana saya ini pak? Saya niatnya kerja, eh malah kaki saya diamputasi. Enggak lama saya kerja di sana,” keluh Syaiful yang baru dua minggu bekerja di usaha barang bekas milik Nur Hasan itu.

Mendengar keluhan korban, kapolresya memberi semangat dan meminta kepada perawat dan dokter yang menangani korban untuk selalu mengecek perkembangan korban. Alfian juga berpesan agar korban diperhatikan. “Bu Direktur, kami berharap Pak Syaiful perawatannya diperhatikan. Agar cepat sembuh dan segera pulang,” katanya.  (gus/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan