Peristiwa

Gudang Agen Snack Hangus Terbakar


PROBOLINGGO – Kebakaran terjadi lagi di Kota Probolinggo. Sebuah gudang snack (makanan ringan) di Jln Sunan Muria RT 06 RW 03 Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, terbakar, Kamis (27/6) sekitar pukul 02.30.

Tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun gudang yang infonya juga difungsikan sebagai tempat pengemasan dan penggorengan itu ludes dilalap si jago merah. Seluruh isi gudang dan 4 mesin pengepakan gosong. Atap gudang runtuh hingga berkeping-keping. Yang tersisa hanya dinding gudang.

Sebuah rumah milik pemilik gudang yang ada di depan gudang, tak disentuh api. Namun tumpukan snack yang tersimpan di toko sisi utara turut terbakar. Barang yang bisa diselamatkan hanya sebagian kecil. Itupun dalam kondisi tak layak jual.

Hingga Kamis pukul 07.00, petugas masih melakukan pemadaman. Api masih membara di beberapa titik, terutama ditumpukan snack dan bahan bakar masak berupa sekam dan gergajian atau serbuk kayu.

Akibat kebakaran tersebut, Tohir (44), pemilik gudang merugi hingga lebih dari Rp 1 miliar. Tidak ada yang tahu pasti penyebab gudang sekaligus Toko UD Kuda Perang itu hingga dilalap api. Mengingat pemilik dan warga sekitar terlelap ketika api membakar gedung.

Kobaran api dan asap diketahui pengendara, yang melintas di depan rumah korban, sekitar pukul 02.30. Ketika diketahui, api di gudang sudah membesar.

Tohir mengetahui gudangnya terbakar, setelah dibangunkan. Begitu tahu gudangnya terbakar, ia langsung menghubungi pemadam kebakaran (damkar). Empat unit damkar milik pemkot dan 1 unit milik PT Kutai Timber Indonesia (KTI) dikerahkan ke lokasi kejadian.

Meski demikian, isi gudang barang yang mudah terbakar membuat api cepat membesar hingga gudang rata dengan tanah. Petugas pemadam kesulitan memadamkan api, mengingat bara api ada di dalam tumpukan sekam dan serbuk gergajian kayu.

Petugas damkar juga memanfaatkan sumur bor atau pompa milik petani.

Abdul Rahman, orang yang mengetahui pertama kali kebakaran mengatakan, ia mendapati insiden itu ketika hendak ke pasar. Ia langsung bergegas membangunkan pemilik gudang. Bahkan, ia sempat membantu mengeluarkan sebagian barang milik korban.

“Saya enggak jadi ke pasar. Saya gedor pintunya membangunkan pemilik gudang. Saya dan warga sini ikut membantu mengeluarkan sebagian berang di dalam rumah dan toko,” terangnya.

Ketua RW 03 Sarimin mengatakan, meski belum diketahui penyebabnya, namun titik awal api diperkirakan di sekitar tempat penggorengan snack.

“Kan bahan bakarnya pakai gergajian kayu dan sekam,” kata Sarimin.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan dari Polres Probolinggo Kota terkait kejadian tersebut. Petugas masih melakukan identifikasi dan meminta keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian. Agar warga tidak seenaknya keluar-masuk lokasi kebakaran, petugas memasang garis polisi. (gus/eem)


Bagikan Artikel