Peristiwa

Jari Korban Mercon di Rumah Dinas SDN Diamputasi


KRAKSAAN – Burhanuddin (42), korban sekaligus tersangka dalam insiden ledakan mercon di rumah dinas SDN Banyuanyar Lor, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo masih dirawat oleh tim medis RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Berdasar informasi terbaru, beberapa jari tangannya terpaksa diamputasi karena kondisi yang tidak memungkinkan.

Humas RSUD Waluyo Jati Kraksaan Sugianto menyampaikan, kondisi korban saat ini sudah membaik. Tubuhnya mengalami banyak luka memar dan bekas luka bakar. “Hampir separo badannya mengalami luka bakar. Beruntung wajahnya tidak kena ledakan,” ujarnya, kemarin (25/6).

Tim medis melakukan amputasi karena ada beberapa jari tangan kiri yang mengalami luka cukup serius. “Jari ketiga dan keempat diamputasi. Tapi tidak semua ruas. Hanya satu ruas saja yang diamputasi. Yang diamputasi total adalah jari kelingkingnya,” terang Sugianto.

“Yang parah di bagian itu (jari tangan kiri, red). Kami belum tahu sampai kapan kondisi begini. Tergantung perkembangan korban itu sendiri,” paparnya.

Sugianto menambahkan, meski kakinya juga mengalami luka bakar, korban dipastikan tak akan mengalami cacat atau lumpuh total. Sebab, luka paling fatal berada di tangannya. “Tidak ada potensi rujuk. Pihak media kami masih mampu menangani,” tegasnya.

Sugianto menerangkan, penjaga SDN Banyuanyar Lor itu juga telah menjalani operasi debridement untuk luka bakarnya. Dengan operasi tersebut, jaringan mati yang ada di tubuh korban diharapkan bisa hilang. Dengan demikian, luka bakar di tubuhnya lekas mengering. Terutama yang berada di punggung.

“Karena adanya luka bakar di punggung itu, yang bersangkutan tidak bisa berbaring sempurna. Ya sementara tidur miring dulu. Karena punggungnya ada bekas luka bakar,” terang Sugianto. (yek/eem)

Gara-gara jaringan jari-jari tangan kirinya rusak, jari tangan korban ledakan mercon bernama Burhanuddin ini diamputasi. (Dokumen)


Bagikan Artikel