Peristiwa

Meninggal karena Penyakit Jantung


PROBOLINGGO – Polres Probolinggo Kota sudah memiliki kesimpulan sementara soal meninggalnya Endang Sukeni (59), guru SMAN 1 Leces. Berdasar hasil otopsi dan keterangan sejumlah saksi, polisi menyebut wanita itu meninggal dunia karena penyakit dalam, bukan karena dianiaya atau dibunuh.

Hal itu diungkapkan Kasat Reskrim AKP Nanang Fendi Susanto, Selasa (18/6) sekitar pukul 10.30 di markas polresta. Menurutnya, korban memiliki penyakit jantung yang Senin (17/6) lalu menjadi pintu mautnya. Mengenai darah yang keluar dari hidung, kata AKP Nanang, dimungkinkan berasal dari gumpalan darah di kepala yang kemudian keluar.

Seperti diberitakan sebelumnya, Endang Sukeni yang merupakan warga Jalan Anggur RT 1 – RW 1 Kelurahan/Kecamatan Wonoasih,  Kota Probolinggo, didapati tak bernyawa di kamar rumahnya, Senin lalu. Sempat ada dugaan bahwa ibu dua anak itu tewas dibunuh. Terlebih, sempat ditemukan darah keluar dari hidung, ada bekas cekikan di leher, dan hilangnya tas berisi uang dan ponsel.

Namun, kemarin Kasat Reskrim AKP Nanang menegaskan bahwa korban tidak meninggal karena dianiaya atau dibunuh. “Kesimpulan sementara, korban tewas karena  penyakit dalam. Bukan karena dianiaya,” tandasnya.

Kesimpulan itu didasarkan hasil otopsi yang dilakukan tim forensik Polda Jatim semalam di RSUD dr Moh. Saleh. Dalam otopsi, dokter forensik tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh wanita yang menjadi guru BK (Bimbingan dan Konseling) di SMAN 1 Leces itu.

Terkait darah yang keluar dari hidung korban, AKP Nanang menyebutkan itu bukan karena kekerasan, tetapi gumpalan darah di kepala keluar setelah korban menghembuskan nafas terakhir.

Selain berdasar otopsi, keterangan sejumlah saksi juga menguatkan korban meninggal dunia bukan karena dianiaya. “Keterangan saksi keluarga dan saksi di lokasi kejadian menjelaskan seperti itu. Tidak ada yang mengarah ke pembunuhan. Termasuk keterangan suami sirri korban yang berinisial AGS,” ujar Kasat Reskrim kepada sejumlah wartawan kemarin.

Saat ditanya mengapa saat kejadian AGS tidak berada di rumah korban, AKP Nanang menyatakan bahwa yang bersangkutan memang tidak tinggal serumah dengan Endang. Hanya, AKP Nanang tidak menjelaskan di mana AGS tinggal. “AGS jarang tinggal serumah dengan korban. Enggak tahu setiap harinya, tinggal di mana. Yang jeas, saat kejadian, AGS tidak ada di rumah istri sirrinya,” tegasnya.

Mengenai, tas milik korban berisi sejumlah uang dan sebuah handphone yang dikabarkan hilang, AKP Nanang mengaku belum tahu.  “Kami belum tahu, apa hilang beneran atau tidak. Masih kami cari. Memang, kabar yang kami dapatkan, tas korban hilang,” tambahnya.

Terkait informasi yang menyebut ada satu orang yang diamankan polisi karena diduga terkait dengan kematian Endang Sukeni, AKP Nanang membantah. “Tidak benar kabar itu. Kami tidak pernah mengamankan seseorang, termasuk suami sirinya. AGS diamankan untuk dimintai keterangan. Hanya sebatas itu,” katanya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel