Peristiwa

Langgar Ketentuan, Pedagang Buah Ditertibkan

PROBOLINGGO – Janji Pemkot Probolinggo menertibkan pedagang buah di bahu Jalan Mastrip usai Pemilu 2019,  bukan hanya isapan jempol. Rabu (24/4) sekitar pukul 09.30 janji tersebut dilaksanakan. Ada 9 pedagang buah menggunakan kendaraan roda tiga dan empat, berhasil diamankan oleh Satpol PP.

Kendaraan berikut dagangan milik 9 pedagang tersebut diamankan di markas Satpol PP di Jalan Raya Panglima Sudirman selama satu hari. Para pedagang baru diperbolehkan mengambilnya hari ini. Itu supaya mereka tidak berjualan lagi di bahu Jalan Mastrip.

Para pemilik buah dicatat identitasnya, kemudian dilanjut menandatangani surat pernyataan untuk tidak berjualan lagi di lokasi yang sama. Sempat terjadi protes. Para pedagang meminta Satpol PP bersikap adil, tidak pilih kasih.

“Ada 3 pedagang yang tidak ke sini. Tadi jualan sama kami di jalan Mastrip. Tapi kok enggak ke kantor Satpol PP,” tandas salah satu pedagang yang diangguki yang lain.

Apapun alasannya, 9 pedagang yang diamankan itu meminta Satpol PP untuk mengamankan dagangan 3 pedagang yang menghilang tersebut.

“Jangan begitu. Jangan ada yang diamankan dan ada yang dilepas. Bayar berapa? Kami mampu bayar,” kata salah satu pedagang dengan nada kecewa.

Kasi Operasi Dinas Satpol PP Kota Probolinggo Hendra Kusuma membantah tudingan pedagang buah. Menurutnya, 9 pedagang yang ditertibkan sudah seluruhnya diamankan di kantornya.

Hanya, ada tiga pedagang datangnya belakangan. Sebab, tiga pedagang itu berasal dari luar kota, dan belum tahu kantor Satpol PP.

“Mereka bingung cari kantor kami. Mereka sampai di kantor setelah pedagang lain pulang,” ujar Hendra.

Menurut Hendra, Satpol PP hanya memegang KTP dan STNK kendaraan milik pedagang yang ditertibkan.

“Mereka ke kantor memang tidak didampingi petugas. Kami yakin mereka tidak akan lari, karena STNK dan KTP-nya kami pegang. Kami berikan kembali setelah mereka ke kantor,” tambahnya

Hendra menjelaskan, penertiban ini untuk menindaklanjuti laporan dan keluhan  pengguna jalan maupun instansi yang berkantor di Jl Mastrip. Jauh hari sebelumnya, Satpol PP telah memasang spanduk peringatan agar tidak berjualan di bahu jalan dan di dekat perkantoran dan sekolah.

“Ya, akhirnya kami tertibkan. Karena pemberitahuan kami tidak diindahkan,” tandasnya.

Menurutnya, pedagang buah di bahu Jl Mastrip selama ini dikeluhkan mengganggu estetika dan arus lalu lintas . Bahkan pernah ada pembeli yang diserempet kendaraan. Pada jam sibuk seperti pagi hari dan sore saat siswa pulang sekolah, jalan menjadi macet.

“Terpaksa kami tertibkan. Kendaraan dan barang dagangannya kami amankan satu hari. Besuk bisa diambil di kantor,” tambah Hendra.

Jika mereka terkena razia lagi dikemudian hari, maka kendaraan dan dagangannya akan diamankan lebih lama, yakni selama 2 hari. Kalau masih tetap mokong, dan pada operasi ketiga mereka terjaring lagi, maka masa pengamanan kendaraan dan dagangannya ditambah menjadi tiga hari.

“Ya, begitu seterusnya.  Sampai mereka tidak berjualan di sana lagi. Tentang relokasi, kewenangan DKUPP. Kami hanya menertibkan,” pungkas Hendra. (gus/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan