Peristiwa

Hasil Panen Padi Rusak, Petani Salahkan Pemerintah

KURIPAN – Sejumlah petani Desa Resongo, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo mengeluh karena hasil panen padinya tak sesuai harapan. Pasalnya, ketika padinya dipanen, bulirnya kopong.

Nadi, salah seorang petani Resongo mengungkapkan, saat ini di desanya sedang memasuki masa panen. Banyak dari mereka yang kecewa karena hasil panennya tak sesuai harapan. “Kami tidak paham penyebabnya, Mas. Sebab padinya justru kepang (kopong, red) justru ketika akan dipanen,” terangnya, Kamis (4/4).

Salah satu warga desa resongo saat panen padi kemarin.(Choirul Umam Masduqi/Koran Pantura)

Ia mengungkapkan bahwa hal itu tak hanya terjadi pada dirinya saja. Namun dialami hampir semua petani di Desa Resongo. “Apakah penyebabnya itu hama, atau virus, atau penyakit lainnya, kami tidak paham. Pokoknya sekarang ini jelek hasil panen kami,” keluhnya.

Menurut Nadi, ada beberapa petani yang hasil panennya bagus. Hal itu terjadi karena para petani dimaksud membeli bibit unggul yang mereka beli dari toko. “Nah, yang rusak ini mayoritas bibit bantuan yang diberikan pemerintah,” katanya.

Ia mengaku kecewa dengan kejadian ini. Meski bantuan benih dibantu pemerintah, namun petani malah tidak mendapat hasil panen sesuai harapan. “Kalau hasilnya seperti ini, pasti gak ditanam lagi oleh petani. Toh meski benih beli sendiri tidak terlalu mahal kok, Mas,” sergahnya.

Sejauh ini, belum ada keterangan yang disampaikan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKPP) setempat. Kepala DKPP Ahmad Hasyim Ashari belum memberikan jawaban atas permasalahan tersebut. Pesan singkat maupun sambungan telpon dari Koran Pantura, kemarin, tak direspon oleh yang bersangkutan. (rul/eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan