Peristiwa

Pulang Kerja, Dibegal, Selamat

PROBOLINGGO – Nur Dianatul Maula (24) nyaris menjadi korban aksi begal pada Minggu (31/3) pukul 23.30. Lengan kanannya memang terluka karena terkena celurit milik pelaku begal. Namun warga Jl Kapten Pattimura di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo ini selamat dari aksi kriminal tersebut.

Kapolsek Tongas AKP Tavip menerangkan, pada Minggu malam, korban yang disapa Nur sedang berkendara di Desa Bayeman, Kecamatan Tongas. Motor milik Nur yang bernopol N 4527 SK itu dipepet 4 lelaki yang mengendarai 2 motor. Tepat di barat rumah makan Bromo Asri, sebelum kantor perwakilan pabrik semen, korban dipaksa berhenti.

“Korban tak mau berhenti. Akhirnya salah satu pelaku berusaha mengambil kunci motor korban. Akhirnya korban terjatuh berikut motornya,” terang AKP Tavip di Mapolsek Tongas, Senin (1/4).

Rupanya kejadian itu menarik perhatian pengemudi sebuah mobil yang kemudian menghentikan laju mobilnya. Ia lantas turun mendekati Nur yang dikerumuni 4 pelaku begal. Sesaat setelahnya, seorang satpam pabrik sekitar lokasi, juga mendekati Nur. Ada juga Kepala Desa Bayeman Sumarto dan seorang perangkat desanya yang datang ke lokasi di mana Nur terjatuh.

Kedatangan beberapa orang ini membuat 4 pelaku kabur. Seorang pelaku yang turun dari boncengan motornya, dan berniat membawa kabur motor korban, juga ikut kabur. Nur pun selamat. Motornya juga aman karena tak jadi dibegal.

“Tiga pelaku kabur dengan motornya. Seorang pelaku yang bertugas mengeksekusi, lari ke tengah sawah. Pelaku tidak ada yang tertangkap,” kata AKP Tavip yang kemarin didampingi Kanit Reskrim Polsek Tongas Mugi.

Dalam kejadian tersebut, korban mengalami luka ringan di lengan bagian bawah. Luka itu timbul karena tergores celurit pelaku yang digunakan untuk menakut-nakuti korban. “Agar korban berhenti, pelaku mengancam dengan celurit. Celuritnya didekatkan ke lengan korban yang sedang memegang setir,” ungkap AKP Tavip.

Sementara itu, Nur dimintai keterangannya di Mapolsek Tongas, kemarin. Ia didampingi Sinta Monica, sepupunya.

Nur menerangkan, peristiwa itu terjadi ketika ia dalam perjalanan sepulang kerja. Ia hendak ke rumah sepupunya yang bernama Sinta Monica (25) di Desa Lemah Kembar, Kecamatan Sumberasih. “Tapi rumahnya tutupan dan lampunya sudah mati,” kata Nur.

Oleh karenanya, Nur meneruskan perjalanan ke arah barat menuju rumah bibinya di Desa Wringinanom, Kecamatan Tongas. Di tengah perjalanan itulah Nur dipepet dan dicegat 4 pelaku.

Kepala Desa Bayeman Sumarto mengatakan, pada saat kejadian, ia tengah melintas di sekitar lokasi kejadian bersama perangkat desanya. Ia melihat ada keramaian di pinggir jalan dan juga mendengar teriakan minta tolong. Sumarto pun mempercepat laju kendaraannya. Namun setiba di lokasi kejadian, pelaku kabur.

“Malam itu seperti biasa saya patroli keliling desa. Saya lewat kok ada rame-rame dan mendengar teriakan perempuan. Saya berhenti dan sempat mengejar pelaku, namun keburu kabur,” terang Sumarto saat berada di Mapolsek Tongas. (gus/eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan