Peristiwa

Kritis, 3 Korban Laka Pajarakan Dirujuk


KRAKSAAN – Ada 5  korban yang selamat dalam kecelakaan di jalur Pantura Desa Karanggeger, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo yang terjadi pada Sabtu (23/3) lalu. Seluruhnya langsung ditangani oleh pihak medis. Sejumlah 3 korban di antaranya dalam kondisi kritis dan telah dirujuk ke RS Soebandi Kabupaten Jember, Sabtu malam.

Korban yang dirujuk di RS Soebandi Jember adalah Siti Hamsa (60), Sinta (6), dan Alfian (8). Sementara yang dirawat di RSUD Waluyo Jati Kraksaan adalah Mariam (59) dan Wiwik (33). Semua korban selamat itu berasal dari Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang.

Kasat Lantas Polres Probolinggo AKP Ega Prayudi (kiri) mendampingi perwira Polda Jatim yang mengecek langsung kondisi truk yang ditabrak mobil korban, Minggu (24/3). (Abdul Jalil/Koran Pantura)

Humas RSUD Waluyo Jati Kraksaan Sugianto menyampaikan, 3 korban dirujuk karena berada dalam kondisi kritis. Tim medis RSUD Waluyo Jati menilai perlu dilakukan tindakan lebih maju untuk menangani 3 korban tersebut. “Kami belum bisa menangani 3 korban yang dirujuk itu karena peralatan yang terbatas,” ujarnya, Minggu (24/3).

Sementara untuk 2 korban lainnya, pihaknya masih bisa melakukan penanganan. Sebab 2 korban tersebut sudah dalam kondisi yang lebih stabil dan sudah bisa diajak berkomunikasi. “Sudah enak diajak ngobrol, makan bisa sendiri, dan ingatannya juga bagus . Tidak ada yang fatal,” terangnya.

Sugianto memastikan 2 korban tersebut tidak mengalami cedera serius di bagian tubuhnya. Hasil rontgen pun bagus, tidak ada yang sampai retak. Hanya ada beberapa bagian tubuh yang lebam akibat benturan. “Tidak sampai ada tulang yang patah. Tidak ada yang fatal. Kondisi normal,” tegasnya.

Wiwik, salah seorang korban yang dirawat di RSUD Waluyo Jati Kraksaan mengatakan, saat ini kondisinya sudah lebih baik. Namun lehernya belum bisa menoleh dengan normal. Sebab masih ada rasa sakit yang ia rasakan di punggungnya ketika leher mencoba menoleh. “Selebihnya sudah baik. Cuma leher ini terasa sakit kalau mau menoleh. Ndak tahu terbentur apa,” ungkapnya. (yek/eem)


Bagikan Artikel