Peristiwa

Pastikan Jenazah, Keluarga Menangis Histeris

KRAKSAAN – Sejumlah 6 korban tewas dan 5 luka parah dalam kecelakaan maut di jalur Pantura Desa Karangeger Kecamatan Pajarakan, pada Sabtu (23/3) menyisakan duka mendalam. Para korban yang sudah dievakuasi ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan dijenguk oleh kerabatnya. Tiba-tiba tangis histeris pecah, ketika para kerabat korban melihat janazah di kamar mayat.

Salah satunya adalah Sri Hanik (60) warga Desa Sokaan Kecamatan Krejengan. Ia datang bersama rombongan keluarga yang lain. Usai melihat keluarga yang selamat di IGD RSUD Waluyo Jati setempat, rombongan keluarga itu langsung bergegas menuju kamar mayat.

Sampai di kamar mayat, seketika Sri Hanik menangis histeris di depan pintu kamar mayat. Keluarga lainnya langsung membawa Sri Hanik menjauh dari kamar mayat itu. Sementara beberapa keluarga yang lain masuk melihat kondisi janazah korban.

Sikap histeris Sri Hanik tersebut meluap, lantaran mengetahui langsung bahwa diantara rombongan mobil panter itu, salah satunya adalah H Samsi yang merupakan putra kandungnya sendiri. “H Samsi itu anak saya, yang menikah dan menetap di rumah istrinya di Lumajang,” katanya sambil mendekapkan kedua tangan pada wajahnya.

Ia mengaku tidak tahu atas kedatangan sang putra bersama pihak keluarga Lumajang, yang hendak menjenguk dirinya. Padahal, sebelum-sebelumnya, sang putra selalu mengabarinya jika mau pulang ke kampung halamannya. “Dia nggak bilang kalau mau pulang. Nggak tahunya sudah begini,” ucapnya pada Koran Pantura.

Sebelum mendapat kabar itu, katanya, dia sempat punya firasat tak nyaman. Dirinya yang tengah berbaring di kasur, tiba-tiba ingin keluar rumah lantaran gelisah. Tak berapa lama, kabar itu pun datang padanya. “Nggak tahunya sudah begini,” katanya dengan logat bahasa daerah.

Sementara itu, Amit Mahmud, salah satu keluarga korban mengatakan, dirinya pun tidak mengetahui niat H Samsi bersama rombongannya untuk pulang. Padahal, sebelumnya, koban Itu selalu mengabarinya jika hendak pulang ke rumah. “Saya juga nggak tau kalau H Samsi itu mau pulang,” jelas pria asal Desa Sokaan Kecamatan setempat itu. (yek/ra)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan