Peristiwa

Remaja Pelorot Kolor Lansia

KRUCIL – ED, seorang remaja 14 tahun asal Desa Kertosuko, Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo, Senin (11/3) siang lalu bikin geger. Dia tepergok melorot pakaian bawah DN, seorang perempuan berusia 50 tahun. Karena perbuatan tersebut, ED kemudian diamankan di balai desa setempat.

Berdasar informasi yang dihimpun Koran Pantura, siang itu ED hendak berkunjung ke rumah temannya, yang merupakan anak DN. Karena yang dicari sedang tidak ada di rumahnya, ED kemudian rela menunggu. ED menunggunya di ruang depan rumah temannya itu.

Pada saat itu di dalam rumah hanya ada DN yang tengah tidur di depan televisi. Lalu entah apa yang ada di pikiran ED. Ia mendekati DN, membuka pakaian bawahnya. Namun sebelum ED menyentuh bagian vital, DN terbangun dan spontan berteriak kaget.

Teriakan itu membuat tetangga sekitar berdatangan. Setelah diberitahu apa yang telah terjadi, warga membawa ED ke rumah kepala dusun. Karena kabar cepat menyebar, makin banyak warga berdatangan. Pelaku akhirnya dibawa ke balai desa setempat. “Baru kemudian kami amankan pelaku ke markas,” ungkap Kapolsek Krucil AKP Dwi Sucahyo, kemarin (12/3).

Saat ED sudah diamankan di mapolsek, polisi menghubungi kedua pihak keluarga. Itu agar perkara tersebut bisa terselesaikan secara kekeluargaan. Dan setelah berdiskusi  bersama, kasus tersebut disepakati selesai secara kekeluargaan.

“Kedua belah pihak sudah saling memaafkan. Kasus itu bisa selesai dengan cara kekeluargaan. Pelaku sudah mengakui penyesalannya, dan korban sudah memaafkan perbuatannya. Lagi pula, itu belum sampai terjadi,” jelas Kapolsek.

AKP Dwi menambahkan, pelaku ternyata diketahui memiliki keterbelakaan mental. Tetapi pelaku sering menonton video porno. Selain itu, pelaku mengalami broken home, karena kedua orang tuanya bercerai.

“Jadi dengan pertimbangan itu, kedua belah pihak saling memahami dan menyelesaikannya dengan baik-baik. Kasus itu sudah selesai dengan tanda tangan kesepakatan dari kedua belah pihak di hadapan kami,” ungkap Kapolsek. (yek/iwy)

ED meminta maaf kepada keluarga korban lansia yang dilecehkannya. Kasus itu terselesaikan secara kekeluargaan. (Istimewa)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan