Peristiwa

Ulat Serang 7 Kecamatan

PROBOLINGGO – Serangan hama ulat pada pohon sengon di Kabupaten Probolinggo dikeluhkan oleh para petani. Sebab, saking masifnya serangan hama ulat ini, tercatat sekitar 80 hektare lahan sengon di 7 kecamatan di Kabupaten Probolinggo  yang rusak.

Hama ulat ini menyerang bagian pucuk dan batang pohon sengon. Puluhan hektare lahan sengon yang rusak itu tersebar di 7 kecamatan, yaitu Banyuanyar, Gading, Tiris, Krucil, Pakuniran, Kotaanyar, dan Bantaran.

Ketua Paguyuban Kayu Sengon Kabupaten Probolinggo Abdul Manap mengatakan, serangan hama ulat yang oleh kalangan petani sengon biasa disebut ulat es krim atau antong itu dianggap sudah sangat meresahkan. Pasalnya dalam kurun waktu 4 bulan saja, serangan hama ini telah merusak ratusan ribu pohon sengon seluas sekitar 80 hektare di 7 kecamatan.

“Pohon sengon yang diserang biasanya yang masih berusia 1-3 tahun.  Itu usia puncak pertumbuhan sengon. Kalau sampai terserang hama itu, maka dipastikan harus ditebang paksa agar tiak merembet ke pohon sengon yang lain,” papar Manap, Minggu (3/3).

Adapun solusi yang diebutkannya bisa dipakai oleh para petani sengon yakni para petani beralih tanam ke pohon jabon atau balsa. Karena menurutnya dari segi harga, kedua jenis kayu tersebut juga tidak mengalahkan harga jual sengon.  “Itu salah satu solusi yang kami pikir bisa diambil oleh para petani sengon, agar serangan hama ulat ini berakhir,” tandasnya.

Sementara, salah seorang petani sengon asal Desa Liprak Kidul, Kecamatan Banyuanyar Samsul Mu’in mengungkapkan, dari sekitar 500 pohon yang ditanamnya,  kini seluruhnya rusak oleh serangan hama ulat es krim. Akibatnya dia terpaksa harus memanen dini tanaman sengonnya untuk menghindari kerugian yang lebih besar. “Terpaksa saya tebang dan jual murah. Padahal idealnya tanaman sengon dipanen pada usia 7-8 tahun dari masa tanam,” sebutnya.

Menurutnya, beragam upaya telah dilakukannya untuk mempertahankan tanaman sengonnya.  Mulai dari menyemprotkan pestisida hingga mengepras dahan dan ranting pohon yang banyak didiami oleh hama ulat es krim. Namun upaya itu disebutnya sia-sia karena hama ulat ini ternyata menyerang langsung pada bagian ujung pohon yang selanjutnya merambat dan menggerogoti bagian batang pohon sengon. “Kalau sudah parah serangannya, pohon sengon dapat dipastikan mati kering,” jelasnya.

Perangkat Desa Liprak Kidul Saiful Hasan mengatakan, selain mematikan tanaman sengon, ternyata ulat es krim ini juga bisa berdampak pada manusia. karena bubuk putih yang menempel pada tubuh ulat ini jika terkena pada kulit manusia dapat menyebabkan iritasi, merasa panas dan gatal mengganggu. “Saya hanya khawatir kalau pohon sengon ditebangi, hama itu ganti menyerang manusia,” katanya.

Oleh karena itu dia meminta kepada instansi terkait untuk membantu mencarikan solusi dan turut terjun langsung untuk menangani serangan ulat es krim itu. Karena tanama sengon ini merupakan tanaman produktif bagi warga Kabupaten Probolinggo.

“Cobalah petugas dari pertanian turun langsung dan mengecek apa yang terjadi pada petani sengon ini. Kami butuh solusi konkrit terkait masalah besar bagi petani sengon ini,” tegasnya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan