Peristiwa

Siapkan 20.000 Vaksin


PROBOLINGGO – Serangan virus avian influenza atau flu burung yang menyebabkan matinya 2.250 itik di Desa Kertosono, Kecamatan Gading, direspons serius oleh Disnakeswan Kabupaten Probolinggo. Sebanyak 20.000 vaksin flu burung akan dikirim untuk segera disuntikkan ke tubuh itik yang masih selamat. Vaksin itu untuk menetralisir virus flu burung yang berpotensi menyebar ke unggas yang masih bertahan hidup.

Kepala Disnakeswan setempat Endang Sri Wahyuni mengatakan, kematian mendadak ribuan itik mendapat perhatian khusus dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. “Sebulan ke depan, bantuan 20.000 vaksin itu akan datang. Kami akan suntikkan ke hewan ternak yang berada di sekitar lingkungan kandang yang sebelumnya tercemar virus flu burung itu,” ungkapnya, Rabu (27/2).

Menurutnya, vaksinasi terhadap hewan ternak yang masih sehat merupakan upaya mencegah penyebarluasan virus menular itu. Endang mengatakan, vaksin yang akan diterima hanya cukup untuk 20.000 ekor hewan ternak. “Karena itu kami akan menetapkan skala prioritas untuk hewan ternak yang perlu divaksinasi,” terangnya.

Kepala Seksi Kesehatan Hewan pada Disnakeswan setempat drh. Novita  Dwi mengatakan, vaksinasi hanya akan diberikan pada hewan yang kondisinya sehat. Bukan pada hewan yang sebelumnya telah terserang atau terjangkit virus flu burung.

“Itik yang tinggal sekandang dengan itik yang mati akan kami perlakukan secara khusus sebelum diberi vaksin itu. Mereka akan diberi multivitamin lebih dulu. Tujuannya agar imunitas alami itik itu membaik dulu. Baru setelah kami beri vaksin itu,” terangnya.

Novi menyebut vaksin yang akan dikirim oleh Dinas Petenakan Jawa Timur itu sudah cukup banyak. Ia sama sekali tidak mengkhawatirkan ketersediaan vaksin. Yang dikhawatirkannya justru penolakan dari para peternak. Pasalnya, ada yang beranggapan bahwa setelah divaksin, produksi telur dari unggas mereka akan anjlok dan tak sebagus saat sebelum divaksin.

“Kendala inilah yang kerap kami temui di lapangan. Maka dari itu, butuh sinergi bersama untuk mencegah penyebarluasan virus flu burung itu agar tidak semakin masif,” kata Novita Dwi. (tm/eem)


Bagikan Artikel