Peristiwa

Bilangnya Bayi Buangan, Ternyata Anak Sendiri


KRAKSAAN – Cerita sesat telah dibuat oleh Ruwaida (39). Perempuan yang mengaku menemukan bayi di tepi hutan Desa Betek Taman, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, itu ternyata adalah ibu kandung dari bayi dimaksud.

Keterangan itu disampaikan oleh Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto. Menurut Kapolres, warga Dusun Tomangan, Desa Betek Taman itu diduga sengaja mengarang cerita. Yakni bahwa ia menemukan bayi di pinggir hutan mahoni pada Senin (18/2) malam lalu.

“Kami segera melakukan penyelidikan untuk mencari orang tua bayi itu. Kecurigaan kami itu bermula ketika Ruwaidah membawa bayi itu ke Puskemas. Dia cerita ke orang-orang bahwa ia menemukan bayi itu. Padahal saat itu Ruwaidah tengah mengalami nifas,” terang Kapolres, kemarin (21/2).

Kapolres mengungkapkan, Ruwaidah sengaja mengutarakan kebohongan karena ia ingin menutupi aibnya. Sebab, Ruwaidah yang berstatus janda itu memiliki hubungan gelap dengan seorang lelaki lain. “Karena hubungan itu, ia hamil dan melahirkan bayinya seorang diri,” terangnya.

Kepada petugas Kepolisian, Ruwaidah mengaku malu dan terpaksa menutupi aibnya. Ruwaidah juga khawatir istri dari suami gelapnya mengetahui hubungan gelap itu dan bertengkar karena hal tersebut. Ruwaidah juga malu kepada Subailia, putrinya, yang telah berkeluarga itu namun belum kunjung punya anak.

“Ruwaidah ini melahirkan bayinya seorang diri di dalam rumahnya. Rencananya, bayi itu mau diberikan pada anaknya yang tinggal di Desa Bago, Kecamatan Gading,” terang Kapolres.

Karena khawatir status bayi itu dipertanyakan, Ruwaidah pun mengaku menemukan bayi itu. Namun, Subailia dan kerabatnya tak ingin begitu saja merawat bayi perempuan itu. Ruwaidah kemudian melapor ke Kades Bago H. Subagio Hadi Santoso. Kades Subagio selanjutnya menyarankan Ruwaidah membawa bayi itu ke Puskesmas Bago untuk dirawat. Ruwaidah juga dirawat di puskesmas tersebut. Selang sehari kemudian, si bayi dirujuk ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan untuk dirawat lebih intensif.

Di sisi lain, kondisi bayi perempuan tersebut terus membaik. Humas RSUD Waluyo Jati Kraksaan Sugianto mengatakan, berat bayi tersebut sudah mencapai 3 kilogram. “Saat pertama kali dibawa ke sini, kondisi bayinya sangat lemah. Beratnya sekitar 2 kilogram. Bayi itu begitu lahir, terlalu lama dibiarkan dalam kondisi terbuka dan kedinginan,” terangnya. (yek/eem)


Bagikan Artikel