Peristiwa

Bayi Dibuang di Tepi Hutan


GADING – Peristiwa memilukan terjadi di wilayah Desa Betek Taman, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, tadi malam (19/2). Warga setempat menemukan bayi perempuan di tepi jalan yang merupakan kawasan hutan milik Perhutani. Kondisinya masih hidup dengan ari-ari masih menempel di tubuh.

Hingga berita ini ditulis, belum diketahui motif pembuangan bayi tersebut dan siapa pelakunya.

Informasi soal temuan tersebut disampaikan oleh Kepala Desa Bago Kecamatan Besuk Subagio Hadi Santoso. Ia mengatakan, bayi itu ditemukan di hutan wilayah Dusun Tomangan Desa Betek Taman. Wilayah itu berbatasan dengan Desa Bago. Sehingga pihaknya turut memberikan perhatian terhadap kasus tersebut.

Ia mengatakan, yang menemukan adalah seorang ibu paruh baya bernama Ruwaidah (45), warga Dusun Tomangan Desa Betek Taman. Saat ditemukan, ari-arinya masih menempel.

“Kami konsentrasi untuk segera menyerahkannya dari Ibu Ruwaidah ke Puskesmas Bago. Biar cepat ditangani potong ari-ari dan segera ditangai kesehatannya karena badannya panas,” terang Subagio.

“Bayinya perempuan, cantik dan imut. Sekitar pukul 19.00 ditemukan. Yang jadi pertanyaan, itu anak siapa,” imbuhnya.

Subagio menerangkan, sebelum menemukan bayi tersebut, Ruwaidah bersama anaknya yang berusia 3 tahun hendak periksa kesehatan ke Puskesmas Bago. “Bu Ruwaidah menggendong anaknya. Dia naik ojek. Dalam perjalanan, di kawasan hutan Perhutani dia menemukan bayi tergeletak di pinggir jalan,” kata Kades Bago.

Bayi saat itu sudah dibedong dengan kain dan menangis di pinggir jalan. Menurut Subagio, ada rasa takut menghampiri Ibu Ruwaidah. Namun ia memberanikan diri untuk membawa bayi tersebut. Selanjutnya, bersama ojek dan anaknya, Ruwaidah membawa bayi itu ke rumah Subagio.

“Bu Ruwaidah itu takut. Dia melapor ke saya. Lalu saya telpon Kades Betek Pak Mahfud. Lalu juga menelpon Kapolsek Gading. Bayi itu saya suruh bawa ke Puskesmas,” kata Subagio.

Sementara itu, Kades Betek Taman Mahfud berkomitmen akan mendampingi penanganan bayi tersebut. Baginya, yang terpenting saat ini adalah memastikan kesehatan bayi. “Kami akan bantu penanganan kasus bayi ini sampai tuntas. Saat ini kami sedang kordinasi dengan pihak Polsek,” ujar Mahfud. (ra/eem)

Bayi berkelamin perempuan ini ditemukan dalam keadaan ari-ari masih menempel. Ia ditemukan di tepi hutan Desa Betek Taman, Kecamatan Gading. (Istimewa)


Bagikan Artikel