Peristiwa

Depresi, Warga Bantaran Nekat Gantung Diri


BANTARAN – Diduga mengalami depresi, Nasirudin (31) warga dusun Triwung RT.11/RW.03 Desa Tempuran kecamatan Bantaran nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri pada Kamis (2/3) lalu sekitar pukul 05.30 WIB.

Korban pertama kali ditemukan oleh Bebun (63) yang tak lain merupakan ibunya. Jasad tubuh Nasirudin ditemukan tergantung dengan seutas tali yang menjerat lehernya diruang tengah rumah korban.

Saat itu ibunya yang hendak memasak di dapur, secara tak sengaja berjalan dan kepalanya menabrak kaki korban yang tegantung.

Sontak hal tersebut membuat sangat ibu panik, dan lantas mengambil sebilah celurit dan memotong tali yang menjerat leher anaknya itu.

Namun saat berhasil diturunkan ke lantai, nyawa korban sudah tidak tertolong lagi. Sehingga membuat Bebun berteriak histeris dan mengundang kedatangan para tetangga rumahnya yang sederhana dan terbuat dari bambu itu.

Kapolsek Bantaran Polres Probolinggo AKP Sugeng Harianto mengungkapkan, setelah mendapatkan laporan adanya warga yang gantung diri. Pihaknya langsung menurunkan anggotanya ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Dari hasil olah TKP tidak ditemukan adanya bekas luka akibat penganiayaan. Pihak keluarga pun sudah mengikhlaskan kepergian dari korban dan tidak berkenan dilakukannya visum,” ungkapnya, Jumat (3/3).

Dijelaskannya, berdasarkan keterangan dari saksi yakni Bebun yang merupakan ibu korban.

Dikatakan jika korban sebelumnya memang sempat mencoba mengakhiri hidupnya dengan cara yang sama, yakni dengan mencoba gantung diri dengan menggunakan sarung yang dipakai untuk menjerat lehernya. Namun aksinya itu berhasil dipergoki dan digagalkan oleh pihak keluarga.

“Korban ini menurut keterangan saksi mata, memang mengalami gangguan jiwa akibat depresi yang dialaminya selama ini. Sehingga dugaan kami mengarah kasus ini murni adalah bunuh diri,” jelasnya singkat. (tm/ra)


Bagikan Artikel