Istiqomah Mencerdaskan

Tercepat dan Terpercaya

Peristiwa

Jembatan Putus dan Sekolah Ambruk di Tiris

TIRIS – Dampak cuaca buruk yang terjadi akhir-akhir ini di sejumlah wilayah kabupaten Probolinggo sangat dirasakan oleh warga setempat. Mulai dari rusaknya sejumlah sarana infrastruktur hingga jatuhnya korban jiwa akibat fenomena alam ini.

Terbaru akibat tingginya intensitas hujan yang terjadi di sekitar wilayah kaki gunung Argopuro. Sebanyak 3 unit jembatan penghubung antar desa di kecamatan Tiris, putus akibat terjangan banjir bandang yang terjadi pada Rabu (28/12/2022) malam.

Tak hanya itu, akibat derasnya hujan yang mengguyur sejak Rabu siang itu. Salah satu rumah milik warga di dusun Tunggangan RT24/ RW06 desa Tiris, mengalmi kerusakan akibat tertimpa longsor. Dan atap bangunan kelas SDN Andungsari II di Kecamatan Tiris yang ambruk akibat tak kuat menahan beban.

Husen salah seorang perangkat desa Tiris mengungkapkan, peristiwa banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di desanya itu.
Terjadi begitu cepat dan tidak diprediksi sama sekali, pasalnya ditahun-tahun sebelumnya.
Meskipun intensitas hujannya tinggi, namun tak sampai membuat debit air sungai yang ada di desanya sampai meluap.

“Kemarin debit air sungainya sangat tinggi dan deras. Dibeberapa titik bahkan airnya sampai meluap. Sehingga tak heran kalau tiga jembatan yang ada di desa kami sampai kondisinya putus atau rusak seperti itu,” ungkapnya, Kamis (29/12/2022).

Disebutkannya selain merusak infrastruktur utama berupa jembatan yang menghubungkan desa Tiris dengan desa Andungsari itu. Terdapat rumah milik salah satu warga desa Tiris yang mengalami kerusakan akibat tertimpa longsor.

“Meski longsor kemarin hanya menimpa bagian dapur. Namun kondisi tebing yang tersisa juga cukup mengkhawatirkan dan berpotensi menimbulkan longsor susulan,” sebutnya.

Oleh karena itu, Husen berharap kepada pemerintah Kabupaten Probolinggo untuk bergerak cepat untuk mengatasi dampak bencana tersebut.

Karena rusaknya infrastruktur berupa jembatan itu. Membuat sebanyak 45 Kepala Keluarga (KK) yang diantaranya terdapat 25 pelajar dan 1 ibu hamil menjadi terisolasi.

“Dengan kondisi jembatan yang rusak seperti itu. Kalau dipaksakan untuk dilintasi maka akan membahayakan keselamatan warga,” tegasnya.

Kepala Desa Tiris Warno berharap agar kerusakan sejumlah infrastruktur tersebut. Segera mendapat perhatian dari Pemerintah kabupaten Probolinggo untuk selanjutnya dilakukan perbaikan yang dibutuhkan melalui dana Belanja Tidak Terduga (BTT).

“Karena fungsi jembatan penghubung itu sangat vital bagi aktifitas warga. Kami berharap agar pemerintah daerah juga bisa turun tangan dalam melakukan perbaikan yang bersifat permanen. Meski sebenarnya penanganan sementara sudah dilakukan,” harapnya.

Sementara itu pala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Rachmad Waluyo menyampaikan, peristiwa kebencanaan yang terjadi di kecamatan Tiris itu. Sudah dalam penanganan pihak BPBD, bahkan petugas assessment dilapangan sudah diterjunkan untuk mendata kerusakan dan melakukan penanganan yang diperlukan.

“Pagi tadi tim TRC PB sudah melakukan assessment dengan melakukan pembersihan dan distribusi bantuan logistik dasar,” ujarnya singkat. (tm/ra)

Tinggalkan Balasan

Jurnalis Koran Pantura