Peristiwa

Unzah Genggong Gelar Tahlilan untuk Korban Stadion Kanjuruhan


PROBOLINGGO – Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang membuat perhatian sejumlah pihak. Salah satunya dari jajaran civitas akademika Universitas Islam Zainul Hasan (UNZAH) Genggong yang menggelar pembacaan tahlil, Minggu (2/10).

Kegiatan yang digelar di depan teras kantor rektorat UNZAH itu diikuti oleh sejumlah mahasiswa dan civitas akademika. Abd. Aziz selaku pimpinan tertinggi atau rektor di kampus tersebut turut mendampingi langsung pembacaan Surat Yasin dan Tahlil.

Abd. Aziz menilai peristiwa berdarah yang menghilangkan ratusan nyawa itu sungguh menyakitkan hati. Namun hal itu juga memberi pelajaran untuk semua pihak agar melakukan pembenahan menyeluruh terhadap momen besar seperti sepakbola.

Biasanya kata Aziz, suporter sepakbola itu notabene adalah kalangan anak muda termasuk mahasiswa. Maka sudah seyogianya ke depan harus melakukan pembenahan agar tragedi serupa tidak terjadi lagi dalam dunia sepakbola Indonesia.

“Atas nama pribadi dan sebagai rektor kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas tragedi yang menewaskan ratusan suporter sepakbola bola di Stadion Kanjuruhan Malang,” ucap Aziz.

Ia berharap, sepakbola tanah air ke depan dapat lebih tertib dan lebih disiplin. Misalnya kata Aziz, suporter yang hendak hadir dan menonton langsung pertandingan harus betul-betul diperhatikan. Selain itu kapasitas stadion juga harus disesuaikan.

“Ini momentum bagi pemerintah atau pengambilan kebijakan untuk melakukan pembenahan. Tragedi yang menewaskan ratusan penonton ini harus menjadi pelajaran besar bagi kita semua untuk ke depan lebih baik,” pungkasnya.

Sekedar informasi, diantara ratusan suporter yang meninggal pada tragedi itu, ada tiga pemuda yang berasal dari Kabupaten Probolinggo. Yakni Abian Hasiq Rifqi (18), Moh. Kindi Arrumi Purnama (16), dan Rizky Dwi Yulianto (19). (ar/ra)


Bagikan Artikel