Peristiwa

Ratusan Santri Gelar Salat Ghaib Pasca Tragedi Kanjuruhan Malang


PROBOLINGGO – Pasca tragedi Stadion Kanjuruhan Malang yang memakan ratusan nyawa suporter sepak bola membuat ratusan santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) Desa Brani Kulon, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo menggelar salat ghaib dan doa bersama.

Salat ghaib dan doa bersama untuk ratusan korban yang meninggal itu dimulai pukul 13.00 di masjid pesantren tersebut. Kegiatan itu dipimpin langsung oleh Pengasuh Ponpes Aswaja, Habib Salim Quraisy.

Habib Salim mengatakan, kegiatan tersebut dalam rangka pemberian doa kepada ratusan suporter sepakbola dimana saat itu adalah pertandingan Liga 1 yang mempertemukan Arema FC vs Persebaya Surabaya.

“Kita doakan yang meninggal dalam tragedi itu diberikan tempat yang terbaik dan meninggal dalam keadaan husnul khatimah,” tuturnya usai memimpin salat dan doa, Minggu (2/10).

Kemudian, kata Habib Salim, keluarga dari ratusan korban yang ditinggalkan mudah-mudahan diberikan ketabahan. Selain itu, pihaknya juga mendoakan bangsa dan negar ini agar terhindar dari berbagai musibah seperti halnya tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang tersebut.

“Semoga ini (Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang, red) menjadi yang terakhir dan tidak ada lagi musibah yang menimpa saudara kita,” jelas Habib Salim.

Menurutnya, semua korban adalah saudara kita bersama sesama anak bangsa. Sehingga pihaknya pun mengajak santri yang diasuhnya untuk mendoakan dan memberi dukungan bagi keluarga korban.

“Kami berharap dunia olahraga terkhusus sepakbola di Indonesia semakin baik dan tidak terulang kejadian serupa. Tragedi ini harus menjadi evaluasi bagi semua pihak,” pungkasnya. (ar/ra)


Bagikan Artikel