Peristiwa

Unsur Forkopimda Takziah 2 Korban Tragedi Sepakbola Asal Probolinggo


MARON – Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi mengungkapkan rasa duka cita yang mendalam atas meninggalnya 2 suporter Arema asal kabupaten Probolinggo. Mereka menjadi korban musibah meninggalnya 174 suporter sepakbola usai laga Arema vs Persebaya, di Stadion Kanjuruhan Malang.

Bahkan Kapolres mendatangi langsung rumah duka untuk melakukan Takziah dan mengikuti langsung prosesi pemakaman dari salah satu korban yang berasal dari kecamatan Maron.

“Hari ini saya datang bersama unsur TNI Kodim 0820 Probolinggo dan Ketua KONI Kabupaten Probolinggo melakukan takziah ke rumah duka almarhum Rizki Dwi Yulianto,” kata Kapolres Probolinggo, Minggu (2/10/2022).

Kapolres Probolinggo mendoakan semoga almarhum ditempatkan disisi terbaik Allah, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Ia juga menyebut bahwa tragedi kerusuhuan suporter pertandingan Arema menghadapi Persebaya merupakan sebuah musibah yang tidak diinginkan oleh pihak manapun.

“Untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang kami telah berkoordinasi dengan KONI Kabupaten Probolinggo untuk mongkoordinir terkait pengerahan suporter sehingga para suporter nantinya tahu langkah-langkah untuk menyelamatkan dirinya,” ucap AKBP Teuku Arsya.

Lebih lanjut Kapolres Probolinggo mengkonfirmasi bahwa baru terdata dua korban meninggal dunia dari Kabupaten Probolinggo dalam peristiwa di Stadion Kanjuruhan Malang itu.

“Saat ini baru terdata dua yang meninggal dunia. Untuk korban luka-luka memang ada beberapa jadi kami meminta untuk melapor ke kepolisian terdekat sehingga dapat diberikan perawatan secara intensif,” terangnya.

Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Probolinggo Zainul Hasan yang turut hadir dalam prosesi pemakaman korban Rifki Dwi Yulianto menyampaikan, jika KONI Kabupaten sangat prihatin dengan tragedi kerusuhan suporter yang terjadi di stadion Kanjuruhan Malang. Apalagi sampai menyebabkan hilangnya ratusan nyawa yang menjadi korbannya.

“Kami sangat prihatin akan tragedi yang memilukan itu. Tidak ada satu pertandingan sepak bola di dunia ini yang nilainya sebanding dengan satu nyawa. Paling penting tragedi ini jangan pernah sampai terjadi lagi,” katanya singkat.

Seperti diketahui, tragedi kerusuhan antara suporter dan petugas keamanan di stadion Kanjuruhan Malang pada Sabtu (1/10) malam. Menyebabkan jatuhnya korban jiwa sebanyak lebih dari 174 orang korban jiwa. Dari jumlah tersebut ternyata, dua diantaranya merupakan 2 suporter Arema FC (Aremania) asal Kabupaten Probolinggo.


Kedua korban meninggal dunia tersebut yakni Rifki Dwi Yulianto (19) warga desa Maron Wetan kecamatan Maron dan Abian Haziq Rifqi (18) asal Kelurahan Kandangjati Kulon kecamatan Kraksaan. Jenazah keduanya bahkan sudah dibawa ke rumah duka dan telah disemayamkan di tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat pada Minggu (2/10) siang. (tm/ra)


Bagikan Artikel